Bangkalan

Dandim 0829/Bangkalan Bersama Bupati Dan Forkopimda Naiki Panser 6X6 Anoa

Bupati Bangkalan dan Forkopimda naiki Panser ANOA

Bangkalan, Wartapos.id – Kepolisian Resort Bangkalan adakan Apel Pergeseran Pasukan Dalam Rangka Pengamanan TPS Pilpres dan Pileg 2019 pada hari Selasa (16/04/2019) bertempat di alun-alun selatan Jalan Veteran Kota Bangkalan.

Apel dipimpin oleh Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Pa’ludin Tambunan, SIK, MH dan bertindak sebagai Komandan Apel Kabag Ops Polres Bangkalan, AKP M. Rifai. Apel pergeseran pasukan tersebut diikuti antara lain oleh : 1 SSK Gabungan Kodim 0829/Bangkalan dan Yonif 500/Raider, 1 SSK Gabungan dari Pangkalan TNI-AL Batuporon dan Marinir Surabaya, 1 SST Pangkalan Udara Surabaya, 1 SSK Brimob Polda Jatim, 2 SSK Gabungan Shabara Polda Jatim dan Shabara Polres Bangkalan, 1 Peleton Pasukan Pengurai Massa (Raimas) Polres Pamekasan serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol Pp) dan Linmas Kabupaten Bangkalan.

Tampak dalam deretan peserta apel tersebut, Kodim 0829/Bangkalan yang mem-BKO kan sedikitnya 50 personel dari total 747 personel pasukan elit infanteri TNI AD dari Batalyon Infanteri (Yonif) 500/Raider yang sebelumnya bernama Yonif 507/Sikatan. Sebagai kekuatan penindak, kekuatan satu batalyon raider (yonif/raider) setara tiga kali lipat kekuatan satu batalyon infanteri (yonif) biasa di TNI Angkatan Darat.

Sedangkan kemampuan yang dimiliki tiap individu Raider disebut lebih baik dari prajurit Infanteri, bahkan hingga tiga kali lipat. Raider adalah kualifikasi prajurit TNI yang dilatih untuk menguasai 3 kemampuan; sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat, pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi, dan pertempuran-pertempuran berlanjut. Selain itu, tiap-tiap Batalyon Raider juga dilatih untuk memiliki kemampuan melakukan penyergapan dan mobil udara, seperti terjun dari Helikopter dan Pesawat Hercules. Keahlian tersebut mereka dapatkan setelah mengikuti pendidikan yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Grup 3 KOPASSUS) yang bertempat di Batujajar, Jawa Barat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan pasukan Raider.

Komandan Kodim 0829 Bangkalan, Letkol (Arm) Dodot Sugeng Hariadi seusai pelaksaan Apel Pergeseran Pasukan dalam Rangka Pengaman TPS Pilpres dan Pileg 2019 di Alun-alun Bangkalan, mengungkapkan bahwa pengerahan 50 pasukan Raider itu sesuai petunjuk pimpinan TNI guna membantu Polri dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam pengamanan pemilu di wilayah Kabupaten Bangkalan.

“Total 450 pasukan terdiri dari 275 personel Babhinsa, 100 Marinir, 50 Raider, 20 personel TNI AU, dan 5 anggota Rantis Anoa,” ungkap Dandim.

Dandim lantas menegaskan, kehadiran ratusan personel TNI termasuk Pasukan Raider itu telah disesuaikan dengan indeks kerawanan yang dipetakan oleh pihak Polres Bangkalan. “Kami tidak mau underestimate (meremehkan) meski Bangkalan relatif lebih aman dibandingkan kabupaten lain di Madura,” tegasnya.

Kejadiran 450 personel TNI tersebut akan bergabung dengan sedikitnya 699 personel Polir termasuk Brimob Polda Jatim. Sehingga total kekuatan TNI-POLRI dalam pengaman Pilpres dan Pileg 2019 di wilayah Kabupaten Bangkalan berjumlah 1.149 personel.

Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Paludin Tambunan, DIK, MH kepada wartawan menjelaskan bahwa pergeseran pasukan dari Polda Jatim sudah dilakukan sehari sebelumnya, yakni pada Senin (15/04/2019) pagi dikarenakan personel Brimob Polda Jatim membutuhkan waktu lebih banyak beradaptasi dengan wilayah penugasan dan berkoordinasi dengan KPPS. “Untuk pergeseran pasukan hari ini langsung menuju TPS untuk mengawal pergeseran kotak suara dari PPK ke desa,” jelas Boby, Panggilan akrab Kapolres Bangkalan.

Bersama TNI-POLRI, lanjutnya, setiap waktu telah menggelar patroli skala besar di daerah pemukiman dan pelosok untuk memberikan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat. “Sehingga isu-isu yang berkembang di media sosial tidak menghantui dan membuat trauma masyarakat,” katanya.

Boby berharap, dalam pesta demokrasi ini masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya dengan tenang, aman, nyaman, dan gembira tanpa intimidasi.
“Asas Luber (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia) bisa terlaksana dan menghasilkan pemimpin yang terlegitimasi masyarakat,” pungkasnya menutup penjelasan. (San)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button