Desa Sumberjo Bangun Saluran Irigasi

Blitar, Wartapos.id – Bertempat di area persawahan di RT. 01 RW. 01, ( Selasa, 25/9) Suroto Kepala Desa Sumberjo Kecamatan Sutojayan mengatakan tujuan irigasi dibentuk agar sawah milik petani ini tidak terlalu sulit jika ingin mendapatkan air, terlebih ketika musim kemarau datang. Jadi, irigasi ini akan sangat memudahkan petani dalam memberikan pengairan terhadap lahan sawahnya. Anggaran pembangunan saluran irigasi berasal dari Dana Desa, volume 100 Meter dengan anggaran Rp. 55.076.000.
Irigasi merupakan istilah yang sering ditemukan dalam istilah pertanian. Irigasi sering diartikan sebagai pengairan yang dilakukan bagi area persawahan. Irigasi ini banyak ditemukan di daerah yang mempunyai banyak sawah, biasanya di daerah pedesaan. Pada kesempatan ini akan dibahas lebih lanjut mengenai irigasi, yaitu jenis irigasi dan manfaatnya. Sebagai sarana pengairan yang sengaja dibuat oleh manusia, irigasi terbagi ke dalam beberapa jenis, antara lain: Irigasi bawah permukaan. Irigasi bawah permukaan yaitu jenis irigasi yang menerapkan sistem pengairan bawah pada lapisan tanah untuk dapat meresapkan air ke dalam tanah yang terdapat di bawah akar dengan menggunakan pipa bawah tanah maupun saluran terbuka.
Irigasi permukaan. Irigasi permukaan adalah jenis irigasi klasik yang banyak ditemukan di pedesaan. Teknik irigasi ini dilakukan dengan cara mengambil air dari sumbernya, yaitu sungai atau yang lainnya. Kemudian air tersebut disalurkan ke lahan pertanian dengan menggunakan pipa atau semacamnya dengan memanfaatkan gaya gravitasi bumi. Akibatnya tanah yang lebih tinggi akan paling dahulu mendapatkan asupan air.
Irigasi pancaran. Irigasi jenis ini merupakan jenis irigasi yang lebih modern dari jenis irigasi di atas. Irigasi ini dilakukan dengan cara menyalurkan air dari sumber air ke daerah sasaran atau area persawahan dengan menggunakan pipa tertentu. Kemudian ujung pipa ini disumbat dengan menggunakan tekanan khusus dari alat pencurah sehingga menghasilkan pancaran air yang seperti air hujan. Air dari pancaran ini pertama kali akan membasahi bagian atas dari tanaman, kemudian di bagian bawah, dan selanjutnya di bagian dalam tanah.
Irigasi pompa air. Merupakan irigasi yang memanfaatkan mesin pompa air untuk mengalirkan air yang berada dari sumbernya ke lahan pertanian dengan menggunakan pipa atau saluran tertentu. Irigasi jenis ini merupakan jenis irigasi berdasarkan alat yang digunakan.
Irigasi dengan timba. Jenis irigasi ini juga merupakan jenis irigasi berdasarkan alat yang digunakan. Irigasi jenis ini merupakan irigasi yang masih memanfaatkan tenaga manusia, yaitu petani. Hal ini dilakukan dengan menggunakan ember atau timba dan mengambil air dari saluran air untuk kemudian disiramkan ke lahan pertanian. Meskipun irigasi jenis ini sangat membuang tenaga dan juga waktu, namun beberapa petani di pedesaan masih banyak yang menggunakan cara seperti ini.
Irigasi tetes. Irigasi tetes merupakan jenis irigasi yang mempunyai tugas mendistribusikan air ke seluruh lahan pertanian dengan menggunakan pipa ataupun selang yang telah dilubangi sebelumnya dan juga diatur dengan tekanan tertentu. Pengaturan seperti ini akan menyebabkan air yang muncul dari pipa atau selang tersebut berbentuk tetesan yang langsung mengenai akar tanaman. Itulah berbagai macam jenis irigasi yang bisa ditemukan di Indonesia. Untuk perkembangannya, irigasi akan lebih dikembangkan dengan menggunakan beragam teknologi sehingga akan lebih canggih dan lebih efektif dan efisien.(ddg)





