Tanpa Keluar Biaya Putra Penjual Es Dan Kopi Pinggir Jalan Di Sidoarjo Lolos Seleksi Bintara Polri.

Sidoarjo, Wartapos.id – Putra dari penjual Es Pinggir Jalan Di Sidoarjo yang bernama Fajar Hardiyanto yang diapit orangtuanya kemarin hari jum’at lolos seleksi bintara polisi,(03/08)
Fajar adalah anak seorang pedagang es dan kopi dipingiran jalan pergudangan perum Puri Surya gedangan sidoarjo.Perasaan senang kedua orang tuanya Hadi Sukoco dan Likayati tak bisa dibayangkan, Pasangan keluarga sederhana ini bagaikan mendapat mukjizat dari langit. Betapa tidak anak yang bungsu Fajar Hardiyanto, sang buah hatinya dinyatakan lulus menjadi bintara Polri.
“Alhamdulillah semua ini keajaiban dari Allah. Meski, kami sempat berkecil hati, tapi kenyataannya putra kami Fajar Hardiyanto dapat lulus seleksi menjadi anggota polisi. Kami sangat bersyukur putra kami lulus tanpa mengeluarkan biaya,” ungkapnya Hadi Sukoco saat dikonfirmasikan di tempat berjualan ,Senin (6/08/2018).
Menurut warga Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo ini mengaku sangat bersyukur. Alasannya, dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri tidak dikenai biaya. Bahkan dirinya mengakui jika hidupnya sangat pas-pasan. Pendapatan dari jualan es di pinggir JL Pergudangan Gedangan hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari saja.
Rasa takjub, ia lontarkan kepada POLRI dan memberikan acungan jempol karena tes masuk polisi sekarang sangat transparan dan bebas suap dan pastinya akan membantu dan memberikan harapan bagi masyarakat kecil yang ingin mewujudkan mimpi anak-anaknya menjadi anggota Polri.
Sementara itu, ibu kandungnya, Ny Likayati merasa tak kuasa menahan air mata. Dirinya, tak menyangka, anaknya lolos seleksi polisi. Ibu 3 anak ini pun mengungkapkan rasa syukur mendalam. Menurutnya, setelah lulus SMKN Sidoarjo, putranya itu mengungkapkan kepada orang tua jika ingin mendaftar menjadi anggota Polri. Sebagai orang tua tentu mengijinkan serta mendoakan keinginan putranya itu.
“Kami saat itu hanya meridloi niat Fajar daftar Polisi. Meski dalam benak kami masih ketakutan faktor keuangan yang sangat pas-pasan. Tapi Alhamdulillah semua proses berjalan lancar hingga pengumuman Jum’at kemarin. Semoga keinginan anak kami diberkahi Allah agar mampu mengangkat derajat keluarga kami yang bertumpu dari jualan es pinggiran jalan ini,” ujarnya
Likayati menceritakan, sejak kecil Fajar Hardiyanto memang anak yang rajin dan tekun belajar. Usai sekolah langsung pulang. Bahkan sering kali membantu orang tua jualan es. Oleh karenanya, mereka tidak menduga jika takdir Fajar bisa menjadi anggota polisi. Apalagi, sejak kecil tidak ada cita-cita menjadi polisi.
“Alhamdulillah anak kami bisa menjadi anggota polisi tanpa dipungut biaya,” imbuhnya.
Terkait penerimaan anggota Polri ini, Kabag Sumda Polresta Sidoarjo, Kompol Hanis Subiyono menegaskan ada 47 peserta yang lolos seleksi dari sekitar 600 pendaftar di Polresta Sidoarjo. Menurutnya Polresta Sidoarjo berkomitmen memberikan Service Excellence selama proses seleksi secara transparan. Tujuannya agar unggul dan kompetitif dalam proses tanpa ada suap, tanpa KKN, dan tidak ada gratifikasi guna menuju Polri Profesional, Modern dan Terpercaya.
“Dalam seleksi anggota Polri ini, selain panitia internal, terdapat pihak eksternal seperti LSM dan tokoh agama turut digandeng untuk melaksanakan pemeriksaan dan pengawasan selama proses seleksi. Semua kami lakukan secara profesional, selektif, akuntabel serta transparan,” tutup hanis.(yus)





