Program Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur

Sukses ! Pameran Jatim Fish and Marine Exhibition
Dimeriahkan 40 Stan Produk Perikanan
Surabaya-Wartapos.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan program hulu hilir agromaritim untuk sektor tanaman pangan, perkebunan dan perikanan, sebagaimana digagas Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Salah satunya menggelar pameran Jatim Fish and Marine Exhibition (JFME) d Plaza Surabaya, 4-6 Mei 2018 lalu.
Kepala DKP Jatim, Ir. Heru Tjahjono, MM mengatakan, JFME merupakan even pameran perdana terbesar yang diselenggarakan DKP Jatim. Tujuannya mempromosikan produk-produk perikanan dan kelautan. Sekaligus membuka akses pasar lebih luas kepada para pelaku usaha yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan.
“Melalui acara ini diharapkan agar masyarakat lebih tahu ragam produk perikanan, sehingga dapat lebih menerima ikan sebagai komoditas pangan yang sehat dan bernilai tambah. Targetnya tahun depan konsumsi gemar makan ikan 36 kg per kapita per tahun,” ujarnya seperti dilansir dari laman Memorandum.id
Dalam program yang telah digagas Gubernur Jatim, Heru mengatakan, Jawa Timur mempunyai kawasan laut yang lebih luas. Oleh sebab itu, untuk sektor-sektor kelautan dan perikanan ini harus terus dikembangkan. Upaya yang dilakukan saat ini, terus mencoba mengembangkan ke sektor-sektor yang berhugungan dan mempunyai inovasi tentang kelautan dan perikanan. “Salah satunya bagaimana mempromosikan hasil-hasil dari perikanan, baik dari budidaya maupun tangkap. Juga sector-sektor yang lainnya seperti sector garam dan rumput laut,” paparnya.
Masih kata Heru Tjahjono, yang kedua adalah sector-sektor yang terintegrasi di dalam kelautan adalah pengembangan di bawah laut, juga diintegrasikan dengan destination dengan tourism. Inilah yang digarap agar nawa cita dapat meneruskan program yang telah digagas Gubernur Jatim tentang program rumah harus berhadapan ke laut. Ada hal-hal yang dimanfaatkan dan dinikmati oleh masyarakat kawasan pesisir. “Kegiatan ini juga menampilkan seluruh produk-produk kelautan dan perikanan. Baik produk berupa mentah maupun produk rekayasa yang diberi inovasi DKP Jatim,” imbuhnya.
Terkait persoalan budaya masyarakat di wilayah selatan mempunyai potensi yang sangat besar. Budaya ini harus dibangun secara perlahan-lahan. Sebagai contoh, yakni ketika beberapa waktu lalu anak-anak nelayan enggan kembali ke laut, mereka diberikan dorongan apa yang harus dilakukan. “Satu hal yang kita lakukan adalah memacu mereka agar ada kegiatan yang kekinian atau modern. Agar para nelayan mulai kembali melaut. Menjadi guide dibidang apapun disektor kelautan yang telah dikelola,” jlentreh Heru Tjahjono.
Guna melanjutkan program tentang hulu ke hilir program dari Gubernur Jatim, adalah melakukan inovasi yang dulunya produk-produk ikan ini dijual mentah, kini dicoba dengan terintegrasi.”Ini yang mempunyai nilai tambah hampir 40-50 persen. Kita bangun budaya mereka secara perlahan-lahan. Tujuannya agar termotivasi untuk mengubah budaya dan terintegrasikan dari bawah laut sampai ke permukaan laut, dari pesisir hingga ke budidaya maupun bididaya air tawar,” lanjutnya.
Target tahun ini untuk konsumsi gemar makan ikan sudah mencapai 34,62 kg per kapita per tahun di banding tahun sebelumnya sebesar 16 kg per kapita per tahun. Sedangkan tahun depan target akan kita tingkatkan lagi menjadi 36 kg per kapita per tahun. “Anak-anak mulai kita berikan informasi dalam bentuk rasa, tidak hanya melulu mengkonsumsi ikan biasa tapi, sudah dalam bentuk olahan, seperti ikan nugget, ikan krispy dan abon ikan,” kata Heru.
Sementara itu dalam lomba memasak bahan baku ikan nila, panitia berhasil menyeleksi 40 peserta dari Kabupaten/Kota Jawa Timur. Selanjutnya, diambil 5 pemenang yang mendapatkan hadiah uang tunai dan piagam. Untuk pemenang lomba memasak juara 1 stan nomor 21 dari Kabupaten Probolinggo berhak mendapat uang tunai Rp 6 Juta. Juara 2 stan nomor 29 dari Kota Batu mendapat uang tunai Rp 5 Juta. Juara 3 stan nomor 25 dari Kabupaten Blitar mendapatkan Rp 4 Juta. Juara harapan 1 stan nomor 5 dari Kabupaten Tulungagung. Juara harapan 2 stan nomor 30 dari Kabupaten Ponorogo mendapatkan uang tunai Rp 2,5 juta. ( Dre )





