Ribuan Warga Balongbendo Padati Kantor Kecamatan

Sidoarjo, Wartapos.id – Program jemput bola yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo sejak awal 2018 sebagai salah satu aplikasi menuju GISA Gerakan Indonesia Sadar Administrasi, mulai menuai kesadaran warga yang cukup besar. Setidaknya ini terlihat dari warga Kecamatan Balongbendo yang memadati kantor Kecamatan sejak pukul 5 pagi, sabtu (7/4).

Hari libur itu dimanfaatkan warga untuk mengurus administrasi kependudukan, baik perekaman ektp maupun akta lainnya.
Dispendukcapil dibantu oleh perangkat Kecamatan, sejak Jumat telah menyiapkan seluruh perangkat yang ada termasuk jaringan sistem online nasional yang sering mengalami kendala di Kecamatan.
Tercatat ada 3 mesin perekaman ektp, 2 mesin cetak ektp, 1 mesin cetak Kartu Keluarga, 1 mesin cetak Suket (Surat Keterangan) dan 1 mesin cetak akta kelahiran dan kematian. Totok Mulyo Pratomo, Sekretaris Kecamatan mengatakan jika pihaknya all out menurunkan 25 personel Kecamatan untuk membantu kelancaran petugas Dispendukcapil dalam melayani jemput bola tersebut.
“kami telah melakukan sosialisasi atau pemberitahuan melalui 20 Kepala Desa, untuk disampaikan kepada warga bahwa pada sabtu 7 april dilaksanakan program jemput bola kepengurusan administrasi kependudukan. Dan ini sudah kedua kalinya dilaksanakan disini” terang Totok mewakili Camat Balongbendo yang tidak berada ditempat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo Medi Yulianto yang didampingi Kabid Kependudukan, Kabid Pencatatan Sipil dan Kabid PIAK menyatakan jika pada jemput bola di Balongbendo kali ini, pihaknya berhasil melakukan pencetakan lebih dari 300 keping ektp, 45 lembar Akta Kelahiran dan 20 Akta Kematian serta ribuan perekaman ektp yang belum sempat dilakukan oleh warga Balongbendo.
“kami terus melakukan jemput bola ini untuk melayani masyarakat Kabupaten Sidoarjo melalui Kecamatan-kecamatan, agar warga tertib melakukan pendokumentasian data diri dan keluarga” demikian Medi disela –sela melakukan pengawasan jemput bola.
Rumitnya persoalan Kependudukan dan Pencatatan dokumen warga memang menjadi masalah nasional, pihak Dispendukcapil selaku kepanjangan tangan dari Kementrian Dalam Negri sering dibuat pusing dengan adanya jaringan sistem kependudukan Nasional yang sering mengalami kendala on off sehingga banyak warga yang tidak dapat cepat mendapat dokumen kependudukannya terutama ektp secara cepat.
Belum lagi warga yang melakukan kesalahan pencatatan baik nama, alamat maupun status kependudukannya, menjadikan daftar panjang PR bagi pihak Dispendukcapil. (Pen)





