Oknum Polsek Genteng Tolak Pengaduan Korban

Surabaya, Wartapos.id
Sungguh ironis, Saat dua orang remaja kelas dua SLTP, mengalami korban pembacokan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda dewasa, yang berjumlah sembilan orang.
Ketika korban datang mengadukan langsung kejadian, ke Polsek Genteng Jalan Ambengan No.39, saat setelah kejadian Selasa malam tanggal (8/11/2017) sekitar pukul 20:30 WIB, Namun pengaduan kedua korban di tolak oleh petugas yang jaga. Ini Jelas tidak mencerminkan bahwasannya motto dari kepolisian adalah Melindungi, Mengayomi dan Melayani masyarakat.

Kendati korban saat itu dalam keadaan luka parah dan berlumuran darah, Lalu petugas yang piket malah menyuruh korban panggil orang tuanya, jika mau melapor, akhirnya korban tergesa gesa tinggalkan sepeda motor di halaman Polsek Genteng, karena merasa takut ketemu pelaku lagi jika kembali naik sepeda motor, selain itu awalnya korban berharap dapat pengawalan polisi saat di antar kerumah sakit, akhirnya korban pulang naik taksi sehingga korban pun segera di larikan ke rumah sakit Dr Soetomo karang menjangan seceoatnya oleh orang tuanya untuk segera ditangani.
Kronologis tempat Kejadian Perkara (TKP) ketika itu, berawal dari lokasi sekitar depan Stadion Gelora 10 November, Korban yang di rampas Hand Phonenya malam itu, Merasa tidak terima HP di ambil lalu mengejar pelaku hingga sampai di jalan Ambengan, sekitar lampu merah tidak jauh dari kantor Polsek Genteng, Korban dan pelaku ketemu, lalu tidak lama kemudian, teman pelaku lainnya datang menyusul dengan jumlah seluruhnya kurang lebih sembilan orang, seketika itu langsung di bacok diatas matanya, sesuai pengakuan korban saat di temui wartapos di rumah sakit,
“Awalnya kami di jegat sekitar stadion gelora 10 November, karena hand phone saya di rampas lalu kami ikuti yang merampas sampai jalan Ambengan dekat lampu merah, eh temannya lain nyusul lalu saya di bacok dua kali serta saya dan teman di pukuli juga dan mereka langsung kabur” Kata korban saat di rumah sakit.
Selanjutnya, korban yang luka bacok berinisial “D” juga menambahkan, kalau temannya bernama Oik Rubiansyah sebenarnya tinggal bersama neneknya yang sudah tua, karena kedua orang tuanya kerja di luar kota.
Sehingga orang tua kedua korban, sama sekali belum bisa melapor saat malam itu juga, karena orang tua Oik keduanya di luar kota dan yang korban luka bacok orang tuanya sibuk mengurusi korban di rumah sakit.
Terpisah, ketika wartapos mencoba konfirmasi langsung ke petugas Polsek Genteng yang piket malam itu juga, dan bersamaan dengan paman korban datang hendak mengambil sepeda motor yang di tinggal jenis Supra fit 2006,
Aiptu Masrukin salah satu petugas polisi yang sedang jaga malam itu, mengakui saat menerima pengaduan kedua korban tersebut mengatakan,
“Benar mereka ada laporan sekitar jam delapan tiga puluh, tapi kami sarankan bawa orang tuanya dulu, karena kan masih anak anak biar setelah lapor di tangani Reskrim sebab prosedurnya seperti itu” Kata petugas berbadan tegap di dampingi temannya.
Namun ketika ditanya terkait bantuan untuk antar korban terlebih dahulu ke rumah sakit, sekaligus penerimaan laporan jika tertunda pelaku sulit di tangkap, Aiptu Masrukin mengatakan “Petugas kami selalu patroli” Jawabnya Enteng.
Perlu di ketahui, Sebelumnya orang tua korban yang mengalami luka bacok, ketika ditanya soal kejadian saat ketemu di UGD Dr Soetomo, sekitar pukul 22 malam hari, Wardiono mengakui belum tahu persis kejadiannya dan mengatakan,
“Seharusnya sewaktu datang ke kantor polsek genteng, kan polisi harusnya bisa bantu antar dulu kerumah sakit, karena saat itu anak saya pusing kepalanya” Harap bapak dua anak ini.(Jhon Saragih)





