Koramil 0820/24 Tiris Sigap Menanggulangi Bencana Longsor Tlogosari

Probolinggo, Wartapos.id
Hanya hitungan jam setelah Bupati Kabupaten Probolinggo Hj.Puput Tantrianasari S.E menanda tangani MOU penanggulangan bencana dan apel gelar relawan penanggulangan bencana TA 2017 dilapangan Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, bersama seluruh komponen Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, Rabu (18/10/17) dini hari tadi pukul 01.00 WIB di coba oleh sang maha pencipta dan penguasa alam semesta Allah SWT.
Akibat guyuran hujan semalam Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo dilanda bencana tanah longsor, tidak main – main 14 titik kejadian tanah longsor tersebut, dengan rincian 6 titik longsor disepanjang jalan Dusun Darungan, Desa Tlogosari dan 8 titik longsor di sepanjang sungai yang melintas di dalam hutan desa Tlogosari tersebut, mendengar kejadian diwilayah tanggung jawab teritorialnya, Komandan Koramil 0820/24 Tiris, Kapten Inf Sadjati langsung melaporkan pendahuluan kejadian ini kepada Komandan Kodim 0820/Probolinggo, beliau bersama Babinsa, Camat beserta stafnya, Anggota Polsek Tiris dan Kepala Desa Tlogosari dan perangkat langsung mengecek keadaan di lokasi kejadian.
Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letnan Kolonel Depri Rio Saransi S.Sos, M.M saat di konfirmasi Wartapos tentang kejadian ini, beliau membenarkan bila diwilayah salah satu jajaran koramilnya memang telah terjadi bencana tanah longsor yang mengakibatkan tertutupnya akses jalan tembus menuju Kabupaten Lumajang, yang melalui Kali Banter kecamatan Randu Agung, Saya sudah mengintruksikan kepada Babinsa dan komandan koramil untuk berkordinasi segera diadakan pembersihan material longsor bersama masyarakat, sedangkan untuk longsoran material berat sudah saya kordinasikan kepada BPBD untuk mendatangkan alat berat, ucap beliau.
Kapten Inf Sadjati hingga berita ini diturunkan, masih bersama anggota Koramilnya ditempat kejadian, menurut beliau ini tanggung jawabnya sebagai komandan Koramil 0820/24 Tiris, Saya dan anggota akan terus berada ditengah-tengah masyarakat yang terkena musibah, agar bila ada yang membutuhkan bantuan atau kordinasi bisa terealisasi dengan cepat, demikian menurut beliau. (ris)





