Didatangi Pengacara, AJB Bumiputera Terapkan Antrian Pembayaran Klaim

Hendrayanto, SH mewakili puluhan kliennya bersama Kepala Cabang Bumiputera Bangkalan, Edy Suryadi

BANGKALAN, Wartapos.id – Ketidak jelasan akan pembayaran berbagai jenis klaim asuransi yang telah jatuh tempo oleh Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera menjadikan puluhan nasabahnya memutuskan untuk menunjuk pengacara sebagai kuasa hukum. Hendrayanto, SH dari Kantor Hukum Cakrabuana, Hendrayanto,SH dan Rekan.

Kepada wartapos, Hendrayanto, SH menuturkan bahwa hari ini dirinya sebagai kuasa hukum dari Seorang Pejabat Tinggi, beberapa kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan masyarakat lainnya, pada khususnya yang notabene sebagai nasabah Bumiputra, mendatangi Kantor Cabang AJB Bumiputera Bangkalan yang terletak di jalan Jokotole Bangkalan.

“Mereka merasa kecewa dengan Bumiputera karena klaim mereka yang sudah diajukan mulai tahun 2017, 2018 sampai saat ini tidak ada kejelasan. Nasabah tidak tahu harus berbuat apa karena agen yang mereka ikuti ada yang sudah tidak bisa di hubungi, kalaupun bisa dihubungi, mendapat jawaban dari agen untuk langsung ke pusat, di cabang tidak bisa apa-apa , ini sudah penelantaran nasabah, apalagi di Bangkalan banyak nasabah Bumiputera yang notabene adalah orang desa dan tidak tahu harus berbuat apa jika terjadi hal seperti ini. Hari ini kami bertemu dengan Bapak Edi Suryadi, selaku Kepala Cabang Bumiputera Bangkalan. Kami menanyakan progres kelanjutan klaim klien kami. Setelah kami klarifikasi kepala cabang Bumiputra Bangkalan tidak bisa berbuat apa-apa dengan masalah ini,” papar Hendrayanto pada Senin (15/06/2020).

Menurut Hendra, sapaan akrabnya, “Bapak Edi menyatakan semua kebijakan berasal dari pusat, kami di cabang hanya sebagai administrator saja, sebagai penjembatan saja. Dan sekarang sudah ada aturan sistem antrian untuk pengajuan klaim, yaitu peraturan direksi AJB Bumiputra 1912 NO.PE.I/DIR/1/2020. Peraturan ini muncul untuk mengantisipasi membludaknya klaim nasabah di tahun 2019 dan 2020, dan aturan ini baru diterapkan januari 2020. Sekarang bagaimana nasib klaim nasabah di tahun 2017 dan 2018. Saya bertanya pada Kepala Cabang Bumiputra Bangkalan, ketika nasabah mengalami keterlambatan bayar nasabah dikenakan denda, bahkan fakta yang terjadi di lapangan, nasabah belum jatuh tempo , kurang 7 hari atau kurang 5 hari sudah di telfon diingatkan, untuk segera membayar tanggungannya,” ujarnya.

“Nah sekarang, faktanya ketika nasabah melakukan klaim ini sudah dua tahun lebih belum di bayarkan, dalam hal ini Bumiputra apakah mau memberikan kompensasi kerugian selama 2 tahun ini. Dalam hal ini kepala cabang Bumiputra Bangkalan tidak bisa angkat bicara. Dan setelah kami klarifikasi ternyata klaim nasabah ditahun 2018 ternyata mayoritas sudah di setujui oleh Departemen Klaim Pembayaran Central. Tetapi sampai sekarang oleh pihak keuangan belum di bayarkan, atau di tranfer….bukankah ini sudah sebuah pelanggaran hukum, kemana uang nasabah selama ini, masyarakat sangat di rugikan dalam hal ini. Ketika masyarakat menuntut hak kerugiannya apakah Bumiputra mau bertanggung jawab. Kami mohon OJK segera menindak lanjuti perkara ini, kalau memang Bumiputra sudah tidak sanggup ajukan Pailit.” Papar Hendra melanjutkan.

Belum lama ini, AIA Finance dan Bank Central Asia (BCA) Cabang Bangkalan di laporkan Hendra ke Polres Bangkalan terkait klaim nasabah yang saat ini sedang ditangani Satreskrim Polres Bangkalan.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang AJB Bumiputera Bangkalan, Edy Suryadi menerangkan bahwa kantor cabang hanya sebagai administrator saja, penjembatan, sedangkan keputusan final tetap di kantor Pusat.

“Nasabah yang datang kekantor akan di kasih tahu mengenai sosialisasi antrian. Antrian ini (pembayaran,red) dimulai pada bulan Maret 2020 yang lalu.” Jelas Edy.

Menurut Edy, Alur pengurusan klaim, akan di terima dan kemudian dilanjutkan ke kantor pusat. “Alurnya harus disetujui oleh departemen klaim. Setelah disetujui, departemen keuangan yang mencairkan.” Imbuhnya menjelaskan.

“Kendalanya adalah masalah Keuangan. Surabaya baru 14 nasabah dari total nasabah di wilayah Jawa Timur (yang telah dicairkan klaim asuransinya), Permasalahannya pada likuiditas mulai Oktober 2017. Sebelumnya lancar, namun sejak Oktober itu mulai macet,” ujarnya.

Pewarta : Ahsan
Editor : Samsul Hadi