FokusKriminalProbolinggo

Manajemen Obyek Wisata Duta Amburadul, Terindikasi Banyak Pungutan Liar

Obyek wisata observasi Mangrov Pantai Duta Kec paiton Kab Probolinggo
Obyek wisata observasi Mangrov Pantai Duta Kec paiton Kab Probolinggo

Probolinggo, Wartapos.id
Eksotisme Pantai Randu Tatah yang merupakan destinasi wisata baru di Kabupaten Probolinggo menjadi kebanggan masyarakat desa Randu Tatah Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo dimana lokasi obyek wisata tersebut berada.

Kawasan observasi ekowisata hutan mangrove dan cemara laut yang dikembangkan oleh Jawa Power YTL bersama-sama warga desa Randu Tatah ini awalnya terbentuk atas inisiatif warga desa Randu Tatah pada tahun 2014. Lokasi wisata yang tata kelola ruangnya juga melibatkan pemerintah kabupaten Probolinggo ini setiap harinya tidak pernah sepi dari pengunjung terutama wisatawan lokal.

Namun dibalik eforia atas keberadaan obyek wisata pantai Duta tersebut, tidak dibarengi dengan mamajemen pengelolaan yang profesional. Indikasi adanya penyimpangan dalam distribusi karcis bagi pengunjung lokasi ini sangat jelas terlihat. Hasil investigasi Warta Pos dilokasi obyek wisata ini menunjukkan pungutan diluar prosedur.

Hal ini dibuktikan dengan pemberian karcis masuk bagi kendaraan bermotor roda empat sebesar Rp.20.000,- yang dalam prakteknya salinan karcis tidak dipegang oleh petugas pintu masuk. Jika kendaraan lebih dari satu, maka satu lembar karcis yang seharusnya disobek dan diberikan pada pengunjung serta ada sobekan lain yang menjadi arsip bagi petugas, kenyataannya satu lembar karcis diberikan pada dua kendaraan pengunjung.

Tim investigasi MPN saat melakukan kroscek di obyek wisata Pantai Duta
Tim investigasi MPN saat melakukan kroscek di obyek wisata Pantai Duta

Kenyataan ini yang menjadi polemic dan menimbulkan pertanyaan dikalangan pengunjung obyek wisata ini. “Seharusnya lembar yang lain disertai tulisan data nomor kendaraan pengunjung sebagai arsip. Kalau memakai cara seperti ini, tidak ada jaminan jika kendaraan pengunjung hilang, karena petugas tidak memantau nomor kendaraan saat kendaraan keluar area wisata.”Ujar Agus, salah satu pengunjung wisata Pantai Duta.

Belum lagi tidak kooperatifnya pengelola tempat wisata ini saat dikonfirmasi beberapa pengurus Forum Komunikasi (FK) LSM dan Majelis Pers Nasional (MPN) terkait adanya pembatalan sepihak atas penggunaan lokasi untuk kegiatan rapat koordinasi MPN. Pembatalan penggunaan lokasi ini sangat disesalkan penasehat MPN Korwil Kabupaten/Kota Probolinggo, Hamzah Ansori.

Menurutnya sudah ada kesepakatan antara pengurus MPN dan Azis selaku pengelola obyek wisata Pantai Duta, jika hari Sabtu (30/9) komunitas ini mamanfaatkan salah satu tempat untuk kegiatan rapat. “Kenyataannya kemarin, Azis mengontak kami yang intinya pengelola pantai duta ini membatalkan ijin penggunaan salah satu tempat di lokasi wisata Pantai Duta untuk kami gunakan sebagai kegiatan rapat.

Hal yang kami nilai sebagai bentuk tidak komitmennya Azis atas kesepatan yang dibuat sebelumnya. Ditambah lagi pembatalan ini sehari sebelum acara dilangsungkan.”Ujar Hamzah.

Begitu juga dengan alasan yang disampaikan oleh Azis kepada Hamzah, bahwa pada hari pelaksanaan kegiatan, kebetulan ada agenda bersih-besih dilokasi obyek wisata pantai Duta. Akan tetapi setelah melakukan kroscek ke lokasi ditambah konfirmasi pada sejumlah pedagang dilokasi yang dimaksud, ternyata hari itu tidak ada kegiatan seperti yang disampikan oleh Azis. “Ini satu bentuk pelecehan pada komunitas kami.

Padahal komunitas ini merupakan komunitas publik independen dan tidak ada tendensinya dengan partai politik apapun.”tegas Hamzah Ansori.
Kekecewaan yang sama juga diungkapkan Totok hariyanto, Ketua Korwil MPN Kabupaten dan kota Probolinggo. “Ini preseden buruk yang seharusnya tidak dilakukan oleh pengelola obyek wisata yang notabene wartawan juga bagian dari komunitas yang bisa mengangkat keberadaan tempat wisata ini. ”ujarnya. (Tim WP)

 

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button