Sidang Gugatan Kasus Bayi Tabung

 Perjanjian Dokter Dengan Pasien, Saksi Ahli Unair Katakan “Jelas Melanggar Wanprestasi Atau Ingkar Janji”

Saksi Ahli dari Unair saat menjelaskan perkara bayi tabung di PN surabaya
Saksi Ahli dari Unair saat menjelaskan perkara bayi tabung di PN surabaya

Surabaya, Wartapos.id

Perseteruan sidang lanjutan kasus antara Tomy Han dan Evelyn Saputra, selaku suami istri pasien bayi tabung dalam dugaan malpraktik dengan dr Aucky Hinting yang juga owner RSIA Ferina di Jalan Irian Barat 7-11 Surabaya.

Sidang Berlanjut pada Rabu, (27/09/2017) dalam agenda menghadirkan dua saksi Ahli dari pihak penggugat (Tim Pengacara Pasien), Sahid Sutomo Saksi Ahli dari Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim dan Bambang dari Ahli Unair.

Ketua Tim Kuasa Hukum pasien juga sekaligus Ketua Kongres Advocad Indonesia (KAI) Surabaya Eduard Rudy Suharto, menanyakan kepada saksi Ahli saat sidang berjalan.

Dimana, Terkait dalam permasalahan perjanjian bayi tabung, bila sudah ada tertulis di kwitansi dan watsapp (Kirim Pesan WA) bahwa di perjanjikan bayi laki2, lalu hasilnya bayi wanita, apakah termasuk Perbuatan Wanprestasi ? tanya Ketua KAI.

Ahli menjelaskan seperti yang di pertanyakan tim penasehat hukum pasien Jelas ada wanprestasi atau ingkar janji Kata Bambang Ahli dari Unair.

Dimana sebelumnya saksi Ahli dari Lembaga Konsumen (YLPK) menerangkan, terkait pertanyaan tim penasehat hukum.

Terkait dokter dapat dikatakan pelaku usaha, “ ya dapat jadi bisa dikatakan hubungan konsumen dan pelaku usaha, jadi bisa disangkutkan dengan UU pelayanan konsumen, bila hasil yang didapat tidak sesuai dengan yg diperjanjikan” Terang Sahid Ketua YLPK.

Tim penasehat Hukum penggugat Eduard Rudi.SH baju putih bersama rekan.
Tim penasehat Hukum penggugat Eduard Rudi.SH baju putih bersama rekan.

Terpisah, di luar persidangan ketika ketua Tim penasehat hukum pasien Eduard Rudi di konfirmasi mengatakan melalui celular,
“ Ini bukan gugatan PMH tapi Gugatan wanprestasi, jadi SP3 polisi tidak mengikat, bisa di buka lagi bilamana ada keterangan dan rekomendasi dari BPSK” Singkat Rudi.

Perlu diketahui, dr Aucky Hinting, ahli andrologi bergerak dibidang Assisted Reproductive Technology (ART) atau Teknologi Reproduksi Berbantu alias bayi tabung harus berurusan dengan hukum lantaran dianggap melakukan malpraktikk. Dia di gugat pasiennya, pasangan suami istri Tomy Han dan Evelyn Saputra.

Tomy dan Evelyn adalah suami istri (Pasutri) yang berkeinginan punya keturunan laki-laki. Untuk bisa mendapatkan bayi laki-laki, pasutri yang tinggal di kawasan Surabaya Timur ini mendatangi tempat praktek dr Aucky Hinting di RSIA Ferina.

Setelah berkonsultasi dengan dr Aucky Hinting, pasutri itu disarankan mengikuti program bayi tabung dengan janji akan punya bayi laki-laki. Tertarik dengan program bayi tabung tersebut, Tomy Han dan istrinya membayar biaya Rp 47.680.000.

Pada 28 November 2015, Dr Aucky mulai melakukan proses bayi tabung dengan mengambil preimplantaion embrio normal. Proses pembenihan pun berhasil, Evelyn Soputra dinyatakan positif hamil pada 8 Desember 2015.

Namun, pada usia kehamilan menginjak bulan 5, keinginan Tomy Han dan Evelyn Saputra untuk mendapatkan bayi berkelamin laki-laki melalui proses bayi tabung kandas, karena bayi yang dikandung ternyata perempuan.

Ironisnya lagi, sejak bayi perempuan itu dilahirkan, kondisi kesehatannya sangat buruk. Hasil bayi tabung itu mengalami gangguan usus yang parah dan kerap keluar masuk rumah sakit. (Jhon Saragih)