JatimProbolinggo

Momen HUT Kemerdekaan

Momen HUT Kemerdekaan
13 bayi yang lahir pada hari kemerdekaan RI ke 72 di RSIA Amanah kota Probolinggo

Wartapos.id, Probolinggo

Even peringatan Hari Ulang tahun Kemerdekaan RI ke 72 menjadi momentum yang sangat berarti bagi pengelola Rumah sakit Ibu dan Anak (RSIA) Amanah yang berada di Jalan Dr Mohamad Saleh kota Probolinggo. Pusat layanan kesehatan bagi ibu dan anak ini, dapat memberi kontribusi bagi kaum ibu yang pada saat 17 Agustus  2017 ini memasuki masa melahirkan. Setidaknya di Rumah sakit ini terdapat 13 bayi yang lahir pada tanggal tersebut.

Ruangan berukuran 8 x 15 meter di RSIA Amanah menjadi saksi berkumpulnya total 13 bayi dan 12 bayi   ditandai dengan bendera  merah putih berukuran kecil tanda bahwa mereka dilahirkan bertepatan dengan hari Kemerdekaan RI sejak pukul 05.00 WIB hingga 23.30 WIB. “Total ada 13 bayi yang dilahirkan tepat tanggal 17 Agustus, mereka dilahirkan melalui proses persalinan sejak pukul 05.00 hingga 23.30 Wib.”Ujar dr Aminuddin SPOg, owner RSIA Amanah.

13 bayi yang dilahirkan tepat pada hari kemerdekaan RI tersebut, proses kelahirannya melalui operasi caessar. Tiga diantaranya memang telah direncanakan dilahirkan 17 Agustus, dan 10 yang lain melalui rujukan dari fasilitas kesehatan 1 yang selama ini melayani program BPJS kesehatan.

Untuk pertama kalinya RSIA Amanah, dalam satu hari melakukan proses persalinan terhadap 13 bayi pada tanggal 17 Agustus, padahal tahun lalu, RS ini hanya 6 bayi saja. “Alhamdulillah ketiga belas bayi yang lahir dalam satu hari ini berjalan lancar.”Ujar Aminuddin.

Menurut dr Amuniddin SPOg, fasilitas yang tersedia di RSIA Amanah khususnya ruang operasi hanya satu. Seharusnya ruangan yang biasa digunakan untuk operasi Caesar ini bisa digunakan 6 kali dalam sehari, namun kali ini berbeda. “Ketika operasi sudah dilakukan 4 kali, kebutuhan perlengkapan sisa 2 kali operasi, dengan begitu kami harus menyiapkan kebutuhan untuk operasi lainnya.”ungkapnya.

Hal ini terus berlangsung hingga operasi terakhir hari itu hingga pukul 23.30 Wib. Pihak RS mengatur sedemikian rupa waktu jeda operasi, mengingat waktu yang dimiliki dokter dan perawat hanya 30 menit untuk menyiapkan ruang operasi berikutnya. Hal ini juga termasuk mensterilisasi ruangan.

Terpantau dari 13 bayi yang dilahirkan hari tersebut, 1 bayi mendapatkan penanganan secara khusus, mengingat semasa dalam kandungan, detak jantungnya melemah. “Jika dibiarkan khawatir akan meninggal didalam kandungan.”ungkapnya. Aida jamilah (35) ibunda bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemui Wartapos mengatakan sebenarnya tidak merencanakan melahirkan pada hari kemerdekaan, “Dari pemeriksaan dokter, ternyata detak jantung anak saya terus melemah. Jadi pihak Rumah sakit memutuskan untuk segera dilahirkan.”Ujarnya.

Adanya bayi yang dilakukan penanganan secara intensif ini juga dibenarkan oleh dr Catur Rangga wardana SpA. Menurutnya bayi tersebut, selain berat badannya relative kuran, juga perlu pengawasan terhadap organ dalamnya. Bahkan dokter ini belum bisa memastikan sampai kapan bayi tersebut mendapat penanganan intensif.

Hal yang patut di apresiasi oleh masyarakat, terhadap pelayanan yang dilakukan oleh RSIA Amanah terlebih dalam momentum hari kemerdekaan Republik Indonesia ini, dapat berbagi kebahagiaan dengan masyakat khususnya keluarga yang menginginkan momen sakral untuk buah hatinya. (Rul)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button