Peringati Harlah NU Ke 94 Dan Isro’ Mi’roj, PCNU Kota Probolinggo Mendapat Hibah Mobil Operasional
Wartapos, Probolinggo
Bertempat dipelataran gedung Rumah sakit NU (RSNU) di jalan Mastrip kedopok kota Probolinggo, Pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kota Probolinggo menggelar kegiatan memperingati hari lahir (harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke 94 tahun (16 Rajab 1344 – 1438 Hijriah) serta Isro’ Mi’roj. Minggu (30/4).
Hadir dalam acaratersebut, KH.Hasan Aminuddin (Anggota Komisi VIII DPRI), KH.Muhammad (ketua PCNU kota), KH. Dr.Halim (wakil ketua PCNU) H.Mohtar ( ketua fraksi DPRD kota), KH.Yazid Bustomi, KH.Nizar Irsyad ( ketua MUI), KH.Azis Fadhol ( Rois syuriah), Hendy Yustian (Dandim 0820), Perwakilan Polresta, Segenap pengurus PCNU, DR. Zulfikar, Roy Amran (partai Nasdem), Ketua Pengadilan, MWCNU, PRNU, Para Badan Otonom, Kepala Dinas, Para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama sekota dan kabupaten Probolinggo.

Di awali dengan suguhan hiburan Musik Hadrah, dan atraksi kolosal dari perguruan silat pagar Nusa, Paduan Suara (Ponpes As Sulthon putri), pelantikan LKNU, KBIH NU, Launching Koin NU peduli, pemberian penghargaan kepada Pagar Nusa serta Istighosah yang di pimpin oleh ketua majelis ulama (MUI) KH. Nizar Irsyad.
Ketua PCNU KH.Muhammad.S.sos.Mpdi. dalm sambutannya mengatakan ”Momentum ini diharapkan menjadi proyek kemajuan dan kemandirian organisasi NU. Guna penguatan ekonomi umat (PEU) baru kali ini PCNU kota Probolinggo mendapatkan mobil inventaris. Nahdlatul ulama tidak masuk dalam politik praktis, namun akan ikut andil guna memperjuangkan kemaslahatan umat. Saya ucapkan terima kasih kepada KH.Hasan Aminuddin dan Ketua Partai Nasdem, H Zulfikar Imawan karena telah peduli terhadap NU. Hasyim Asy’ari adalah waliyullah sehingga menjadi suri tauladan bagi umat nahdliyin.” ujarnya.

Sementara Hasan Aminuddin dalam sambutannya menyampaikan, atas nama wakil rakyat komisi VIII yang membidangi agama, sosial, dan urusan haji, mengharapkan agar pengurus NU jangan terlena, karena tantangan kedepan semakin tinggi. Khitoh memberikan kebebasan jabatan politik kepada orang NU, jika orang NU tidak tampil secara politik maka peluang untuk umat NU akan tersisih, mengingat NU adalah organisasi terbesar di indonesia.,” ujarnya.
“Banggalah saudara NU yang menduduki sebagai jabatan karena nantinya akan kembali lagi ke anfa’nya NU. Orang nahdliyin harus tampil terdepan menjadi pionir dalam tatanan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Warga nahdliyin satu sama lainnya jangan saling memfitnah. Jadilah warga NU yang kuat sehingga tidak hanya menjadi alat. NU adalah organisasi yang merawat tradisi dan kebudayaan sebagai pilar paham keagamaan,”ungkap Hasan Aminudin yang juga sebagai A’wan PWNU Jawa Timur.
Momen ini dilanjutkan dengan pengajian yang di isi oleh KH.Yazid Bustomi dari Pasuruan. Dalam ceramah agamanya kiyai Yasir Bustomi memuji keberagaman warga Nahdliyin yang kuat menjaga kerukunan, hingga tak dapat di adu domba pihak lain. NU yang selalu menjaga akidah tanpa kekerasan telah membuat takjub dunia luar. Kita sebagai umat wajib menimba ilmu orang orang terdahulu.

Perlu diketahui, di acara Harlah tersebut, PCNU Kota Probolinggo mendapat hadiah istimewa berupa sebuah mobil operasional dari Ketua Partai Nasdem Kota Probolinggo, H Zulfikar Imawan.
“Kita berharap NU di Probolinggo terus harmonis dan untuk menjaga keharmonisan itu, tentu dengan menjauhi fitnah antar sesama. Jika hal itu terjaga, NU Probolinggo akan selalu kondusif.”tegas Hasan. (Tim WP)





