Gebrakan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim Bagi Nelayan

Lakukan Pendampingan Pemberkasan Perizinan, Pemeriksaan Fisik Kapal dan Alat Penangkapan Ikan

Wartapos, Surabaya
Dalam melakukan usaha penangkapan ikan diwilayah perairan Indonesia, nelayan wajib memiliki dokumen perizinan yang lengkap. Adapun persyaratan yang resmi diterapkan bagi nelayan di Indonesia yaitu harus mengantongi surat ijin SIUP (Surat Ijin Usaha Penangkapan), SIPI (Surat Ijin Penangkapan Ikan) dan SIKPI (Surat Ijin Kapal Pengangkut Ikan). “Salah satu permasalahan yang dimiliki oleh nelayan di Jawa Timur adalah kekurang pahaman mereka dalam memenuhi berkas – berkas surat permohonan perubahan SIUP,” seperti dilansir dkp.jatimprov.go.id

Petugas DKP Jatim sedang melakukan pemeriksaan alat penangkap ikan.
Petugas DKP Jatim sedang melakukan pemeriksaan alat penangkap ikan.

Dengan demikian, pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timut mengadakan kegiatan pendampingan bagi nelayan dalam memenuhi berkas–berkas tersebut. Seperti halnya dilakukan pada daerah Kabupaten Tuban, kegiatan ini digelar pada 27 Februari – 01 Maret 2017 lalu. “Dalam pendampingan ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh nelayan untuk memenuhi berkas perubahan SIUP yaitu, Perubahan alokasi, Pengurangan alokasi, Perubahan daerah penangkapan ikan, Perubahan pelabuhan pangkalan dan Ukuran kapalserta Perubahan fungsi kapal,” rilisnya pada bidang perikanan tangkap.

Dalam keterangannya, dengan adanya pendampingan ini diharapkan nelayan di Kabupaten Tuban bisa memenuhi berkas perubahan SIUP dengan benar dan lengkap. Dengan demikian tidak ada dokumen yang dipersyaratkan yang tertinggal dan dapat diterima oleh petugas front office Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu (P2T) Jawa Timur.

Kemudian, pada pemeriksaan fisik kapal, permohonan izin usaha perikanan dan izin kapal penangkapan ikan yang diajukan nelayan karangagung Kabupaten Tuban sekitar 46 izin kapal. Keseluruhan kapal perikanan yang dimohon telah dilaksanakan pemeriksaan fisik kapal penangkapan ikan sebanyak 30 kapal. Dari 30 kapal yang dilakukan pemeriksaan kapal telah menggunakan alat penangkapan ikan Purse Seine dengan ukuran kapal 10-30 GT.

Selain melakukan pendampingan, dalam rilisnya, kali ini pihak DKP Provinsi Jawa Timur, juga sekaligus melakukan pemeriksaan fisik kapal perikanan dan alat penangkapan ikan guna keperluan nelayan dalam memperpanjang SIPI. Kapal yang diperiksa berukuran antara 10 GT sampai dengan 30 GT. Pemeriksaan ini mendapatkan beberapa hasil sebagai berikut, bahwa kapal menggunakan mesin utama dengan mesin darat yang merupakan mesin bekas rekondisi dari truck yang tidak digunakan lagi. Alat tangkap yang digunakan jaring pukat cincin pelapis kecil. Alat bantu penangkapan ikan menggunakan lampu untuk mengumpulkan ikan yang terpasang dikapal dan dihanyutkan dilaut. “Dari pemeriksaan tersebut, kapal-kapal yang diperiksa berada dalam kondisi yang layak untuk berlayar dan menangkap ikan sehingga SIPI dapat diperpanjangang,” dilansir pada bidang perikanan tangkap dkp.jatimprov.go.id. (Dre)