BangkalanJatimPemerintahan
Bupati Bangkalan lakukan sidak seleksi PPPK yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Bangkalan

Bangkalan, wartapos.id – Tes seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dilangsungkan selama 2 (dua) hari yang dimulai hari Sabtu (23/02/2019) dan hari Minggu (24/02/2019). Seleksi penerimaan PPPK dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Tidak ketinggalan, Kabupaten Bangkalan turut melaksanakan seleksi PPPK tersebut yang dilaksanakan di 2 (dua) tempat yakni di SMA Negeri 2 Bangkalan di Jalan Soekarno Hatta Bangkalan serta di SMK Negeri 2 Bangkalan yang terletak di Jalan Halim Perdanakusuma (ring road timur) Bangkalan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kabupaten Bangkalan, Moh. Gufron SH. MM menyampaikan pada wartawan wartapos.id ,”Berdasarkan Database yang ada di BKN, terdapat 1.243 orang yang mendaftar seleksi penerimaan PPPK ini. Namun, yang lolos verifikasi sebanyak 975 orang peserta.”Gufron juga menyampaikan jika pelaksanaan seleksi tersebut yang menentukan lulus tidaknya adalah BKN pusat. “Aturan pelaksanaan seleksinya yang tahu itu cuma proktor atau operator yang ditunjuk, kita malah gak tahu aturan pelaksanaannya.” Tutur Gufron.
Dari 975 orang peserta yang lulus verifikasi awal tersebut berasal dari tenaga di bidang pendidikan sebanyak 795 orang, tenaga di bidang penyuluh pertanian sebanyak 38 orang dan sisanya sebanyak 142 orang dari tenaga di bidang kesehatan. Pelaksanaan seleksi dibagi menjadi 5 sesi pelaksanaan yang dilaksanakan selama 2 hari. Untuk SMA Negeri 2 Bangkalan total peserta seleksi sebanyak 415 orang peserta dan di SMK Negeri 2 Bangkalan sebanyak 560 orang peserta. Dalam setiap sesi pelaksanaan dibatasi tiap kelas berisi 20 orang peserta seleksi.
Bupati Bangkalan, RKH Abdul Latif Amin Imron disela – sela kesibukannya meninjau pelaksanaan seleksi penerimaan PPPK menyampaikan,”Pelaksanaan seleksi ini sebagai bentuk melaksanakan kebijakan dari pusat. Dan harapannya berjalan dengan lancar serta hasil ujian seleksi ini dapat diterima oleh masyarakat.” Tutur Ra Latif. (San)



