JatimNganjukPelangi

Dinkes Nganjuk, Adakan Pengukuran Kebugaran Calon Jamaah Haji ( CJH ) Tahun 2024

 

Nganjuk, Wartapos.id – Bertempat di ruang aula BLK Nganjuk, Dinas kesehatan kabupaten Nganjuk, mengadakan pengukuran kebugaran calon jamaah haji ( CJH ) tahun 2024. Kegiatan ini dilaksanakan hari Rabu ( 06/03/24 ) yang bertujuan untuk mengetahui pengukuran kebugaran calon jamaah haji. Sebanyak 165 calon jamaah haji tahun 2024 mengikuti kegiatan Pemeriksaan dan Pembinaan Kebugaran. Ibadah haji merupakan salah satu ibadah fisik yang memerlukan waktu cukup lama dan bertempat di luar negeri yang memiliki kondisi lingkungan yang berbeda dengan negara Indonesia, sehingga memerlukan kondisi tubuh yang bugar. Untuk mendapatkan kondisi tubuh yang bugar, calon jamaah haji (CJH) harus mempersiapkan jauh-jauh hari dengan cara berlatih fisik dan olahraga.

Sesuai dengan Undang-Undang nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, Menteri Kesehatan bertanggung jawab dalam melakukan pembinaan dan pelayanan kesehatan ibadah haji baik pada saat persiapan maupun pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji. Untuk melaksanakan amanat tersebut ditetapkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 15 Tahun 2016 Tentang Istitha’ah Kesehatan Jamaah Haji. Penetapan Istitha’ah kesehatan Jamaah haji merupakan hasil pemeriksaan kesehatan jamaah haji yang terstandar (scientific judgment) yang dihubungkan dengan aktifitas, situasi dan kondisi lingkungan ( iklim, cuaca, sosial ) di Arab Saudi.

Kepala dinas kesehatan kabupaten Nganjuk dr. Hendriyanto melalui kepala bidang kesehatan masyarakat I Ketut Wijayadi, SST ( Ikrom ) menyampaikan Alhamdulillah kita pada hari ini melaksanakan pengukuran kebugaran calon jamaah haji ( CJH ) tahun 2024 , dari rangkaian kegiatan insyaallah akan kita sampaikan di seluruh kabupaten Nganjuk . Hari ini yang di periksa calon jamaah haji ( CJH ) ada 165 dari 5 kecamatan yang ada di kabupaten Nganjuk , kita beserta tim di bagi menjadi 4 wilayah supaya kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan bisa menampung semua calon jamaah haji.

Ini sebagai salah satu syarat untuk menentukan Istitha’ah haji yang di anggap mampu untuk melaksanakan calon jamaah haji ada tes kesehatan , medical check up, tes kognitif, tes kesehatan mental, tes aktif deliliving untuk mengukur sejauh mana calon jamaah haji itu bisa melakukan aktivitas fisik secara normal ke masjid, ke kamar mandi, dan berwudhu. Hasilnya hari ini akan kita masukan ke dalam siskohakes dan nanti akan kita kirim hasilnya di kementerian agama RI. ” Alhamdulillah hari ini yang kita periksa beragam ada yang bagus rata rata cukup tetapi 20 % masih kurang dan hasilnya 60 % cukup dan sisanya bagus, 70 % cukup dan 10 % bagus, ini sebagai latihan awal mereka akan mendapat 3 kartu kategori yaitu pemegang kartu merah, pemegang kartu kuning, dan pemegang kartu hijau. Pemegang kartu merah hasih nya kurang, pemegang kartu kuning hasilnya cukup dan pemegang kartu hijau hasil nya bagus, jelasnya ” .

” Harapan nya calon jamaah haji kabupaten Nganjuk tahun 2024 siap untuk berangkat dan dinyatakan Istitha’ah secara kesehatan ini merupakan skema baru untuk pemeriksaan kesehatan sempurna mulai dari medical check up, pemeriksaan kognitif kesehatan mental dan aktif deliliving dan ini tidak dilakukan sebelumnya. Di tahun ini kita lakukan lebih komprehensif harapan jamaah haji kita semakin siap , karena calon jamaah haji kita 60% adalah dari kalangan dari usia lanjut . Harapan kami dengan di selenggarakan nya tes pengukuran kebugaran calon jamaah haji ini peserta calon jamaah haji semakin siap dan sehat, imbuhnya ” .

Sementara itu M. Khomsun, ST kasi kesehatan lingkungan kesehatan kerja, dan olahraga mengatakan pada hari ini dinas kesehatan kabupaten Nganjuk melakukan tes pengukuran kebugaran calon jamaah haji tahun 2024 yang diikuti dari 5 puskesmas yaitu puskesmas Nganjuk, Sawahan, Sukomoro, Loceret dan ngetos. Sebanyak 165 calon jamaah haji adapun kegiatannya untuk mengetahui kesehatan calon jamaah haji sebelum berangkat terutama untuk mengetahui jantung dan paru paru nya ini dilakukan melalui Verqutes meliputi umur , jenis kelamin berat badan, tinggi badan dan tekanan darah. Dari 165 calon jamaah haji di bagi 2 kelompok yaitu dari 89 calon jamaah haji untuk jalan 1,6 km . Sedangkan 76 calon jamaah haji jalan 6 menit untuk mengetahui kesehatan jantung dan paru paru nya, ” ungkapnya” .

Dari 2 kelompok resiko tinggi itu jalannya cukup 6 menit sedangkan kelompok tanpa resiko tinggi yang orang nya sehat lari 1,6 km . Harapannya kita bisa mengetahui resiko dari masing-masing calon jamaah haji dengan di beri kartu merah apa yang di lakukan untuk menjaga kesehatan nya biar semakin meningkat dan calon jamaah haji sebelum berangkat dan sampai kota makah bisa melakukan aktifitas untuk melakukan ibadah haji sehingga dengan kegiatan ini, calon jamaah haji bisa melihat kesehatan dirinya sendiri karena sudah ada rincian kegiatan apa yang bisa dilakukan nya seperti olahraga , ” pungkasnya ” . ( dinkes/ uzi )

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button