Dua Desa Di Candipuro Gelar Ritual Grebek Suro, Ini Tanggapan Kepala Dinas Pariwisata Lumajang

Lumajang Wartapos.id – Dua desa di Kecamatan Candipuro – Lumajang menggelar acara grebek suro yaitu desa Penanggal Dan Sumbermujur, yang dilaksanakan pada rabu (19/07/23) atau tepat satu muharram (1 suro).
Untuk di desa Sumbermujur digelar di wisata hutan bambu dengan mengambil tema “Tirto mangun kahuripan” gemah ripah loh jinawi, yang ditandai dengan ritual adat penguburan kepala sapi.
Sementara itu didesa Penanggal acara grebek suro di gelar di wisata pemandian Tirtosari View, yang dimeriahkan dengan kirab 40 tumpeng hasil panen warga dari kantor desa Penanggal menuju pemandian Tirtosari View.

Dalam acara grebek suro tersebut turut hadir Kepala Dinas pariwisata Lumajang Yuli Harisma Wati dan sejumlah Forkopimda serta Forkopimca
Yuli Harisma Wati Kepala Dinas Pariwisata Lumajang menyampaikan bahwa ritual sumber mata air merupakan agenda rutin tahunan yang dikemas dalam acara grebek suro.
“Setiap tahun desa-desa di Candipuro ini beberapa desa itu mengadakan ritual sumber mata air, ini adalah sebuah kegiatan yang sebenarnya sudah rutin dilakukan dan tahun ini sudah kita masukkan dalam kalender event yang bernama “Candipuro culture festival,” ujarnya
“Sebenarnya ada 4 Desa tapi karena kemarin ada bencana longsor sehingga dua desa ini dilaksanakan pada bulan Agustus sementara Desa Penanggal dan Sumbermujur tetap melaksanakan sesuai dengan tanggal yang ditetapkan yaitu tanggal 19 Juli atau tepat satu Muharram, 1 Suro” Imbuh Yuli

Lebih jauh Yuli menjelaskan bahwa pemerintah selama ini terkait dengan kebudayaan itu mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, jadi ini ada support dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,
“Kami dari Pariwisata mengekspos mempromosikan kemudian akan terus berkoordinasi dengan Kecamatan dan desa agar semakin baik, kemudian ini bisa menjadi sebuah daya tarik wisata, tentu ini menjadi sebuah agenda rutin dan nanti ini akan menjadi kegiatan yang memang terus dilakukan, ini akan terus kami promosikan untuk bisa menarik kunjungan wisatawan,” terangnya
“Jadi ini potensi wisatanya ada kemudian adat budayanya terjaga, kemudian tadi seperti di Penanggal ada juga seni tari yang ditampilkan oleh salah satu seniman besar di Candipuro Parminras yang memang sudah mendunia, ini akan semakin menjadi semangat bersama bukan hanya melalui dana APBD murni tapi karena komunitas desa yang sudah punya kegiatan ini bisa dikemas menjadi sebuah daya tarik wisata dan ini tentu akan menjadi ketertarikan orang luar untuk hadir di Lumajang,” Pungkas Yuli.
- Reporter ; Nizar/Anwar





