Lumajang

Tuai Banyak Kritikan Dari DPRD, Begini Tanggapan Dinas Pariwisata Lumajang.

Yuli Harima Wati, Kepala Dinas Pariwisata Lumajang

Lumajang Wartapos.id – Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang mendapat kritikan dan catatan strategis dari DPRD Lumajang dalam rapat paripurna II tentang penyampaian catatan strategis terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2022 yang digelar digedung DPRD Lumajang, senin (20/03/23).

Wakil Ketua DPRD Lumajang Bukasan, menyampaikan Dinas Pariwisata merupakan tumpuan utama untuk mengembangkan destinasi wisata, yang disertai inovasi dan kreasi, oleh sebab itu Dispar perlu merubah strategi dalam pengembangan pariwisata, sehingga visi besar pariwisata di Kabupaten Lumajang dapat tercapai dan terus berjalan sesuai dengan program kerja Kepala Daerahnya.

Bukasan menilai, kinerja Dinas Pariwisata Lumajang masih terlalu eksis di event atau seremonial yang kegiatannya hanya sesaat. Setelah kegiatan, sektor wisata justru mengalami pengurangan kunjungan.

“Secara umum kinerja Dinas Pariwisata masih jauh dari harapan kita. Karena disatu sisi, inovasi dan kreasi yang berkaitan dengan potensi wisata itu bisa jadi menarik, bisa tertata dengan baik. Saat ini, masih belum maksimal,” terangnya seperti diberitkan sebelumnya disejumlah media.

Bukasan menyarankan agar Dinas Pariwisata bisa bergandengan dengan komunitas dan pegiat seni di Kabupaten Lumajang. Jika hal itu terwujud, tentu akan membawa daya tarik tersendiri.

Menanggapi Hal tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang Yuli Harisma Wati menyampaikan bahwa hal tersebut sebagai koreksi dan akan memperhatikan serta melakukan evaluasi untuk penataan dan pengembangan di sektor pariwisata kedepan.

“Apa yang disampaikan Wakil Ketua DPRD pak Bukasan sebagai koreksi dan akan kami perhatikan, serta akan melakukan evaluasi untuk penataan dan pengembangan pariwisata”. Jelas Yuli  Selasa (28/03/23) via telepon.

“DPRD itu mitra pemerintah, kami dikritik agar lebih baik, dan menata pariwisata memang butuh waktu, oleh sebab itu kritikan ini akan kami jadikan motivasi untuk pengembangan di semua sektor pariwisata agar kedepan menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Yuli menambahkan bahwa pihaknya dalam pengembangan pariwisata di Lumajang sudah banyak melakukan tindakan salah satunya Revitalisasi Pokdarwis.

“Untuk menata pariwisata yang muncul, viral lalu mati, tahun 2022 kemarin kami melakukan Revitalisasi Pokdarwis. Kami sudah mengumpulkan Camat dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat pada 22 Oktober 2022 dan juga mengkaji Perbup Penetapan Desa Wisata. Karena konsep dan tata kelola menjadi hal penting yang harus dipahami desa sebelum mengelola tempat wisata.” Pungkas Yuli.

 

Reporter : Nizar/Anwar

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button