

Sidoarjo, Wartapos.id – Sebuah perjalanan panjang tiga ulama besar dalam merangkai, ide, dan membentuk nama, gambar hingga sekarang orang kenal dengan nama NU, sebuah ormas yang terbesar dengan pendiri Syeh K.H Hasyi. As’ ary, K.H. Wahab Hasbulloh, K.H. Bisri Syamsuri. Maka tak heran perhelatan akbar hadir di 1 abadnya. Mengapa Kabupaten Sidoarjo di pilih! Karena Sidoarjo di akui memiliki Ponpes yang sepuh, dan perjalanan seorang santri pernah belajar di Ponpes Siwalan panji dan akhirnya menjadi ujung tombak berdirinya NU.maka salah satu saksi sejarah perjalanan Nahdlatul Ulama ada di kabupaten Sidoarjo. Jutaan warga NU dari berbagai penjuru tanah air berbondong-bondong ke Kabupaten Sidoarjo, pagi tadi, (Selasa, (7/2). Mereka sengaja datang untuk merayakan Harlah 100 tahun organisasi kebanggaannya warga Nahdiyin, yang di selenggarakan di stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Perayaan resepsi 1 abad NU dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin turut hadir. Selain itu hadir pula Presiden RI ke 5 Megawati Soekarno Putri dan Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Muhammad Jusuf Kalla. Yang juga membanggakan, hadir 300 tokoh muslim dunia.
Diawal sambutannya, Presiden RI Joko Widodo mengucapkan terimakasih dan bersyukur atas peran NU untuk bangsa dan negara. Menurutnya selama 1 abad, NU telah memberi warna yang luar biasa untuk ibu pertiwi Indonesia. Keislaman dan keindonesiaan, keislaman dan kebangsaan, kesatuan dan persatuan serta kerukunan dalam beragaman telah diciptakan NU.
“Memasuki abad ke dua insya Alloh NU akan tumbuh semakin kokoh, menjadi teladan dalam keberislaman yang moderat, memberikan contoh adab Islam yang baik, menjunjung akhlatul karimah, adat ketimuran, tata krama, ungah ungguh, etika yang baik dan adab yang baik, dan menjaga toleransi, menjaga persatuan, menjaga kegotong royongan dan terus mengikuti perkembangan zaman,”ucapnya.
Presiden yang akrab dipanggil Jokowi itu mengatakan bahwa sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, NU layak berkontribusi untuk warga internasional. Pemerintah sendiri sangat menghargai upaya PBNU untuk ikut membangun peradaban dunia yang lebih baik dan lebih mulia.
“Sebagai organisasi Islam yang mengakar kuat ke masyarakat, NU telah menjaga masyarakat menghadapi tantangan-tantangan, dalam menghadapi pandemi Covid-19, dalam menghadapi hantaman gerakan-gerakan radikal termasuk menjaga diri dari politik identitas dan ekstremisme,”ujarnya.
Jokowi berpesan NU harus terdepan ditengah gelombang besar. NU harus dapat membaca gerak zaman, membaca perkembangan teknologi dan transformasi ekonomi serta menjaga tatanan sosial yang adil dan beradab. Ia berharap lembaga pendidikan di NU dapat mempersiapkan nahdliyin-nahdliyin muda yang menguasai Iptek terbaru serta menguasai teknologi digital yang berkembang pesat saat ini. Selain itu ia berharap generasi muda NU dapat menjadi profesional-profesional unggul.
“Saya juga berharap NU merangkul dan memberikan perhatian serius kepada generasi muda agar tetap mengakar kuat kepada tradisi dan adab ahlussunnah wal jamaah dan terus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,”harapnya.
“Semoga momentum abad kedua NU ini menjadi petanda kebangkitan baru NU, memperkokoh keislaman dan keindonesiaan, meningkatkan kesejahteraan umat serta membangun Indonesia yang maju dan bermartabat,”pungkasnya mengakhiri sambutan.
Selain Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf serta Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar yang hadir, beberapa menteri juga hadir dalam resepsi 1 abad NU pagi tadi. Diantaranya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pertahanan (Menhan) Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdulaah Azwar Anas, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno serta Menteri BUMN Erick Thohir. Gubernur Jatim dan gubernur Jateng juga tampak hadir.( rif/ Git )





