

Sidoarjo, Wartapos.id – Dalam perjalanan waktu para pelaku UMKM, yang ada di kawasan Aloha , mengadakan konfrensi Pers, rembukan mengundang media, terkait adanya dampak proyek strategis Nasional pembangunan fly over Aloha. Adanya paguyuban UMKM Aloha di dirikan karena paguyuban tersebut adanya jaminan dari pemilik lahan Puspenerbal yang di kelola oleh Puskopal Juanda, Sabtu ( 15/10/2022 ).
Namun endingnya ada beberapa penyewa yang bervariasi di antara lamannya menempati, ada yang baru satu tahun, dan ada juga yang sudah 5 tahun menempati, yang tergabung dalam UMKM paguyuban Aloha. Dari pedagang , Warkop, Cafe, bengkel, asesories, sampai cuci mobil. Dalam konfrensi Pers tersebut di hadiri seluruh pegiat UMKM Aloha, acara yang di gagas di pujasera UMKM Aloha. Dalam sambutannya ketua Paguyuban Aloha Syilvie,” kita mendukung pemerintah dalam upaya pembangunan nasional yang diperuntukan untuk masyarakat luas terutama di daerah Sidoarjo. Kita ikhlas demi kepentingan umum. Namun hakekatnya kita ini sebagai penyewa sah ke Primkopal Juanda, yang asalnya rawa kita benahi untuk di jadikan wirausaha yang bisa menghasilkan, namun nota bone! di antara pemasukan modal hanya berapa persenya yang kembali, belum semuanya apalagi laba mas.
Saya mengetuk hati nurani Bupati untuk bisa beraudensi dan bisa hearing ke DPRD Sidoarjo untuk bisa duduk bersama kami, untuk bisa memperjuangkan nasib kami, karena kita ini juga warga Sidoarjo, dan apa yang saya sampaikan juga rekan rekan, tentang uneg uneg ini terkait usaha kami UMKM yang ada di Aloha. Karena dana yang digelontorkan juga tidak sedikit Milyard tan ujarnya. Pernah si pada tanggal 5 oktober kita di undang ke Lanudal yang bertempat di Wisma Perwira dan di sarankan ketua paguyuban bersurat ke Bupati. Pada tanggal 7 Oktomber 2022, kita berkirim surat namun tidak di respon dan pada tgl 10 Oktomber 2022, di suruh untuk berkirim ke Gubenur, namun juga belum ada balasan tindak lanjuti, kita bagaikan anak tiri yang di sia siakan katanya.
Ketua Paguyuban Aloha” melihat kebelakang sebelum adanya UMKM Aloha jauh jauh hari kita sudah ada diel diel dari penyedia lahan bahwa di kemudian hari kawasan Aloha masih aman dan tidak ada kendala, makanya saya bersedia UMKM hadir di Aloha. Namun jika dari dahulu saya tahu ada proyek seperti ini pasti semua tidak akan mau menyewa.Saya rasa ada ketidak adilan, di mana UMKM ini penyumbang tenaga kerja dan pemasukan ekonomi di keluarga apalagi sehabis pandemi sektor UMKM ini yang bisa membantu, Namun seolah tidak di perhatikan ujarnya.

Dan pihak pihak yang berkepentingan di duga Primkopal Juanda tidak profesional dan berkesan tidak bertanggung jawab, terkesan pembiaran atas petaka ini. Sebelumnya kan 3 bulan ke depannya sudah ada rembuk bareng dengan penyewa, tapi tidak ada. Di lapangan surat pemberitahuaannya, terkait pengosongan lapak pedagang surat Primkopal Juanda 12 September 2022 No B/225/1X/2022. Dasar surat Sekda Sidoarjo No415.4/8453/438.1.1.4/2022 tanggal 28 Juni 2022 tentang nota kesepakatan, bunyi No 2, a dan b. Tanggal 31 Oktomber 2022 untuk membongkar sendiri lapak pedagang , apabila tidak maka tim penertiban yang akan membongkar. Surat terkesan mendadak dan kita harus mengambil sendiri di Lanudal Juanda. Saya menyayangkan sekali ketidak perduliannya. Sesi tanya jawab antara awak media dengan ketua paguyuban UMKM terkait kontrak lahan di jawab dengan lugas.
Salah satu penyewa Seno” pemilik bengkel mobil saya sudah kontrak sewa sampai 20 tahun, namun 5 tahun masih ditempati, dana yang di gelontorkan 3.8 Milyard, terkait lain lain intinya kita ini gimana kelanjutannya, terus kita ini mengadu kemana tentang ganti untung kita ini. Dasarnya para penyewa ingin keadilan berpijak pada kita. Hal hal yang sekirannya aset kita supaya ada kejelasan terkait ganti untungnya.
Sebelum di akhiri tentang diskusi membedah keluh kesah pengusaha/ pelaku UMKM, maka makan bersama dan ramah tamah adalah sebagai penutup acara tersebut.( rif )





