
Gresik, Wartapos.id – Proyek Pembangunan Paving Block tepatnya di jalan poros Desa Indro Delik Kecamatan Bunga Kabupaten Gresik dikeluhkan warga. Lantaran pembangunan tersebut terkesan asal-asalan, selain itu dilokasi tidak menggunakan papan proyek yang sesuwai dengan RAB pembangunan tersebut, dan dianggap tidak transparan, sehingga warga kesulitan untuk mengawasinya. Apalagi proses pembangunan jalan tersebut bisa dikatakan mangkrak.
Menurut pantauan dari Wartapos pembangunan jalan poros Desa dengan menggunakan paving block saat ini terbengkalai, selain itu di lapangan juga sudah tidak terlihat adanya aktifitas pekerjaan padahal proyek tersrbut sudah melebihi batas waktu yang ditentukan.
Salah satu warga yang enggan disebut namanya, juga mengatakan proyek pembangunan jalan dengan menggunakan paving block itu saat proses pengerjaan tersebut tidak memakai pasir,cuman abu batu, sehingga masyarakat menyimpulkan kalou proyek tersebut itu dikerjakanya asal-asalan dan tidak sesuai yang diharapkan.
“Seharusnya dalam melakukan pembangunan paving block itu biasanya dibagian bawahnya menggunakan pasir sebelum dilakukan pemasangan, akan tetapi itu tidak memakai pasir dan hanya memakai abu batu saja.
“Pembangunan jalan paving block tidak selesai dikerjakan, artinya pihak pemerintahan Desa Indrodelik tidak ada niatan untuk meneruskan,” Ungkapnya.
“Sudah lama pembangunan terbengkalai dan tidak dilanjutkan lagi pekerjaannya ini bukti lemahnya pengawasan oleh pemerintah khususnua Kecamatan Bunga/ exspetorat.
proyek tersebut ada sekitar tiga bulan lebih tidak dilanjutkan. Sekarang kondisi bangunan mangkrak, maka dari itu, masyarakat mengeluh atas bangunan yang mangkrak tersebut.
Drs Moh Suwarno selaku Kepala Desa Indro Delik saat di konfirmasi pada hari senin 10/1/2022 mengenai proyek yang mangkrak, mengatakan kalau dana bantuan keuangan khusus yang tahap kedua belum cair, Namun saat diperjelas pertanyaan mengenai dana yang belum cair Drs. Moh Suwarno mengalihkan pembicaraan.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Indro delik saat ditanya kendala apa sehingga proyek tersebut mangkrak, menjawab ” bahwa pabrik kekurangan armada sehingga pengiriman matrial ada keterlambatan”, Ungkap kepala desa.”
Reporter : Day





