HukumJatimProbolinggo

Penipuan Bermodus Kecelakaan Yang Di Alami Wali Murid SDN Kebonsari Kulon 2, Menjadi Keprihatinan Dispendik

Wartapos.id ,Probolinggo

Gedung SDN Kebonsari Kulon 3 kota Probolinggo
Gedung SDN Kebonsari Kulon 2 kota Probolinggo

Kepekaan walimurid SDN Kebonsari Kulon 2 Kecamatan Kanigaran kota Probolinggo terhadap aksi kejahatan dengan modus menginfokan bahwa anaknya mengalami kecelakaan, rupanya menjadi keprihatinan semua pihak.

Hal ini terungkap setelah dua walimurid di lembaga pendidikan ini tertipu dengan menggunakan modus tersebut dan mengalami kerugian jutaan rupiah.Diceritakan  bahwa Ani Mahmuda, orang tua dari siswa bernama Raihan siswa sekolah tersebut mengalami nasib sial.

Pasalnya walimurid ini tertipu yang menginformasikan bahwa anaknya (raihan) telah mengalami kecelakaan dan menurut si penelpon saat itu anaknya tengah berada di Rumah sakit. Parahnya orang tua korban dimintai sejumlah dana agar anaknya segera mendapat penanganan medis.

Ironisnya, karena panik dan tanpa pikir panjang, Ani Mahmuda segera mentransfer uang sebesar 5 Juta pada nomor rekening seperti yang ditunjukkan pelaku.

Korban Ani Mahmudah baru sadar telah kena tipu setelah mengecek keberadaan anaknya disekolah. Informasi bahwa Raihan (anak Ani) mengalami kecelakaan, ternyata hanya modus pelaku untuk memperdaya korban.

Lain halnya dengan orang tua dari siswa bernama Asyifa, yang mengalami kerugian sekitar 2 juta. Sama, modus yang dipakai oleh pelaku dengan menggunakan media ponsel. Pelaku mengabarkan jika  siswa kelas 3 ini mengalami kecelakaan dan saat itu tengah dirawat di rumah sakit.Endingnya pelaku meminta walimurid menyediakan sejumlah dana melalui satu rekening milik pelaku.

Ironisnya korban (wali murid) juga tidak kroscek ke sekolah. Hal ini yang menjadi keprihatinan sejumlah pihak, termasuk Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga kota Probolinggo. “Kita tahu, jika anak yang dipakai oleh seseorang untuk melakukan kejahatan, sebagai orang tua pasti merasa panik.

Namun kalau masih dalam koridor hati yang kontrol, maka kejadian ini  kecil kemungkinan akan terjadi. Misal mengadakan pembenaran ke lembaga pendidikan tempat anak sekolah.”Ujar Kabid Pendidikan Dasar Dispendik.

KS SD Kenosari Kulon 3 , Catur Maharani S.Pd, M.Pd
KS SD Kenosari Kulon 2 , Catur Maharani S.Pd, M.Pd

Sementara Kepala Sekolah SDN Kebonsari Kulon 2, Catur Maharani SPd, M.Pd saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut menjelaskan bahwa pihak sekolah telah beberapa kali mensosisalisasikan pada wali murid agar lebih selektif mencerna informasi dari pihak luar.

“Kami telah berulang kali melakukan sosisalisasi termasuk dalam setiap pertemuan dengan wali murid, agar dapat menyaring informasi dari pihak luar terkait anak yang sekolah disini.

Lakukan pembuktian dengan melihat kondisi anak yang ada di sekolah. Bagaimanapun jiga kami merasa prihatin atas kejadian ini.”Ujarnya

(Rul/Sf)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button