

Ponorogo, Wartapos.id – Perhelatan Pilkada yang akan digelar dalam waktu dekat banyak menuai berbagai opini publik, baik dari kalangan elite politik ataupun barisan masyarakat kalangan bawah atau yang akrab di sebut wong cilik
Kali ini Kabupaten Ponorogo memiliki 2 Paslon (pasangan calon) Bupati yang nantinya berlaga pada Pilkada tahun 2020 Kabupaten Ponorogo antara lain calon dengan nomor urut 1. Sugiri Sancoko-Lisdyarita dan Paslon nomor urut 2. Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono.
Ditemui Wartapos dalam bincang santai di salah satu warkop tengah kota, Drs. Wachid selaku pedagang kaki lima di sekitaran alun alun Ponorogo bersama beberapa rekan nya (6/10 ) menyampaikan bahwa pentingnya perubahan bagi kalangan masyarakat bawah terkhusus bagi kalangan pedagang kaki lima
“Selama ini tidak ada perubahan berarti bagi pedagang kaki lima, sangat berbeda saat dipimpin Amin (mantan Bupati Ponorogo 2010-2015) yang selalu merangkul wong cilik” ucap Wachid
Tentu saja berbagai macam program serta janji dilontarkan oleh 2 Paslon untuk meningkatkan elektabilitas menghadapi Pilkada
“Ipong Muchlissoni selaku Petahana dinilai gagal dalam meraih simpati masyarakat kecil sedangkan Sugiri Sancoko dinilai kurang dikenal oleh masyarakat” timpal rekan Wachid yang tidak mau disebut namanya
Selama kepemimpinan Petahana, para pedagang kaki lima selalu merasa khawatir setiap saat akan ditertibkan tanpa solusi yang jelas dan terkesan dimusuhi, sedangkan untuk Paslon nomor 1 dianggap belum ada rapor penilaian karena masih belum pernah menjabat selaku pimpinan daerah
Jangan hanya saat kampanye mengumbar janji dan mengemis meminta dukungan pada masyarakat, akan tetapi pada saat duduk menjadi Bupati seakan tutup mata dan tidak mau peduli dengan masyarakat bahkan terkesan seenaknya sendiri dalam membuat kebijakan
Akan tetapi harapan para pedagang kaki lima untuk perubahan semoga bisa terwujud, terlepas dari siapa pun yang nantinya duduk sebagai Bupati Ponorogo.
Reporter : To’an/Sam





