Mengintip pembangunan di Desa Biting tapal batas provinsi


Ponorogo, Wartapos.id – Gencarnya pemerintah menggelontorkan dana dengan nilai fantastik untuk meningkatkan sektor pembangunan di lini pemerintahan tingkat Desa melalui anggaran APBN tampaknya tidak digunakan secara maksimal serta cenderung jadi ajang bancakan oknum yang tidak bertanggung jawab

Sungguh sangat disayangkan hal ini tidak di manfaatkan dengan baik bahkan terkesan dikesampingkan oleh pemerintahan Desa Biting Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo.
Saat tim Wartapos turun ke Desa Biting (6/10/2020) untuk melihat langsung pembangunan serta pengelolaan DD (dana desa), justru diketemukan jalan lintas poros Desa yang sama sekali belum tersentuh pembangunan dan juga banyak jalan beraspal yang dalam kondisi sangat miris
Saat di temui dilokasi, sebut saja “Budi” salah seorang warga Biting yang nama aslinya enggan disebutkan, memberikan keterangan bahwa jalan tersebut rusak akibat banyaknya truk pengangkut material yang lalu lalang dari tambang beberapa waktu lalu yang justru dikelola oleh Kepala Desa Biting itu sendiri, sedangkan kegiatan tersebut sudah berhenti selama 2 bulan ini.
Hal ini sangat disayangkan apabila dikarenakan eksplorasi tambang yang tidak bertanggung jawab hingga merusak jalan, akan tetapi ada dugaan perbaikan jalan dibebankan ke dana pembangunan desa yang nota bene untuk kemaslahatan masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi.
“Kompensasi kepada warga juga tidak ada, padahal warga sendiri sangat tersiksa dengan debu serta matinya sumber mata air akibat aktifitas penambangan tersebut, apalagi di salah satu sudut penambangan pernah terjadi longsor yang mengakibatkan terputusnya jalan Desa” celoteh Budi lebih lanjut.
Investigasi tim Wartapos mendapatkan informasi bahwa di duga tambang tersebut dikelola secara ilegal (tidak resmi) tepatnya berada di lokasi Dusun Kresek, dan tentunya hal ini merugikan negara dan juga masyarakat dan juga keseimbangan ekosistem di sekitarnya.
Penelusuran lebih lanjut juga mendapati bahwa masyarakat tidak di ikutkan dalam setiap proyek ataupun musyawarah yang melibatkan anggaran Dana Desa tersebut terkesan tidak transparan serta sembunyi sembunyi.
Saat tim Wartapos mencoba mengkonfirmasi masalah tersebut kepada Bambang Warsito S.pd selaku kepala desa Biting di kediaman nya akan tetapi Kades tidak ada ditempat mulai dari pagi, hal ini dijelaskan oleh Sunarsih selaku istri dari Kades Biting, “Mulai dari pagi bapak belum pulang mas” ucapnya saat tim menanyakan keberadaan Kades Biting.
Reporter : S01/An





