
Jember, Wartapos.id – Jalan Sultan Agung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diketahui ambles sepanjang sekitar 94 meter dan lebar 10 meter, Senin (2/3/2020), pagi.
Amblesnya jalan tersebut diduga karena hujan deras yang tejadi pada mengguyur Minggu, (1/2/2020) di Jember.
Dari informasi yang di dapat Wartapos.id dampak amblesnya jalan itu, menimpa 7 (Tujuh) rumah toko (ruko) masuk ke dalam sungai yang berada di bawah jalan tersebut.
Sementara, dari Informasi didapat dari Pusdalpos-PB BPBD Kabupaten Jember menyebutkan, amblesnya jalan itu diawali dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Hujan menyebabkan retakan dan penurunan tanah di bantaran aliran Kali Jompo, tepatnya di Jalan Sultan Agung.

Sehingga, hujan yang deras membuat bantaran kali tergerus. Dan pada 03.45 WIB, retakan dan penurunan tanah di area tersebut berdampak amblesnya tanah.
Dampak amblesnya jalan tersebut, tanah sepanjang sekitar 94 meter dan lebar sekitar 10 meter mengalami retakan dan penurunan tanah. Jalan sepanjang 43 meter dan lebar 10 meter longsor menutup aliran sungai, dan sebanyak 9 ruko ikut ambles.
” Saat ini ada tujuh ruko terkena dampak amblesnya tanah. Tapi tidak ada korban jiwa menurut informasinya,” kata Udin, salah satu warga Sultan Agung Jember.
Menurut Udin, sebelum peristiwa terjadi sudah terlihat tanda-tanda keretakan jalan. Namun, tidak ada tindakan dengan perbaikan jalan yang dilakukan.
Sementara Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo, menduga amblesnya jalan berdampak pada ruko tersebut terjadi setelah pondasi terkikis aliran Sungai Kalijompo yang meluap akibat hujan dengan itensitas tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Jember.
” Sebelumnya tim menemukan retakan tanah di bawah ruko itu sejak Februari 2019. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa atas peristiwa tersebut. Tapi sebelum peristiwa itu terjadi, ruko sudah tidak terpakai,” jelas Agus.
Terpisah, Kepala Tata Usaha Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Nur Khavid Abdillah, mengatakan, pihaknya pernah meninjau titik jalan di dekat jembatan Jompo itu Selasa, (29/10/2019) lalu, jalan tampak sudah amblas 2,06 centimeter bergeser ke arah vertikal dan turun ke arah horisontal 2,8 centimeter.
“ Jembatan saat ditinjau sudah bergeser 32 centimeter, sekarang bergeser menjadi 52 centimeter. Padahal jembatan itu tidak diperbolehkan bergerak sama sekali,” jelas Khavid.
Ia mengaku, sebenarnya tahun ini akan ada perbaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, terkendala oleh deretan ruko yang ada di tepi Sungai Jompo. Di sana ada 30 rumah toko, dan 15 nya yang akan terdampak pada perbaikan.
Soal disinggung relokasi dampak amblesnya tanah, Khavid menyerahkan persoalan itu kepada Pemerintah Kabupaten Jember,” kita tidak ada item itu dan anggaran pembebasan lahan tidak ada di pos kami,” pungkasnya.
Seperti diketahui, kerusakan dilaporkan berupa retakan dan penurunan tanah dengan panjang kurang lebih 94 meter dengan lebar kurang lebih 10 meter. Kemudian jalan di depan ruko juga mengalami penurunan dengan panjang kurang lebih 43 meter dan lebar 10 meter. Material dan puing ruko juga menutup aliran sungai.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember sudah pengosongan sisa ruko yang terdampak amblesan. Selanjutnya, berupaya penanganan aliran sungai yang terkena dampak, selain juga berupaya melakukan perbaikan jaringan PDAM, PLN, dan telekomunikasi yang rusak.
Editor : Redaksi





