NasionalPolitikSurabaya

Panas, Cak Imin Sebut Surabaya Tak Ada Kemajuan Signifikan?

Walikota Surabaya Tri Rismaharini

Surabaya, Wartapos.id – Menjelang pemilihan Wali Kota Surabaya 2020-2025 mulai memanas membuat kening turut menggelitik. Dinamika politik pun bagai bak di gendang, kini publik sudah merasakan percaturan peta politik mulai dimainkan.

Aroma memanas ini, terjadi berkat cuitan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),  Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, yang menyebutkan tidak adanya perkembangan signifikan di kota Surabaya di tangan Wali Kota Tri Rismaharini.

Atas hal itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merespons cuitan Cak Imin, yang menyebut tidak adanya perkembangan signifikan di Kota Surabaya,. Risma pun bergegas enteng menjawab, ia tak pernah memiliki akun media sosial/medsos sehingga, tak mengetahui cuitan dari Cak Imin itu yang sempat memicu respon citizen.

“Cuitannya Cak Imin aku enggak tahu, aku enggak punya medsos (Twitter),” ujar Risma belum lama ini.

Sadar kadernya di serang, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya dari PDIP, Adi Sutarwijono pun angkat bicara, Awi sapaan akrabnya itu memandang  bahwa cuitan Cak Imin tidak menarik untuk ditanggapi karena hanya akan berujung pada debat yang mubadzir.

Awi mengatakan bahwa Surabaya mengalami kemajuan signifikan sejak dipimpin oleh kader PDIP, sejak era Bambang DH hingga Risma saat ini. Awi meminta Cak Imin agar bertanya secara langsung kepada warga Surabaya terkait kemajuan kota.

“Tanyakan langsung aja pada rakyat di kampung-kampung, apa yang dikerjakan Wali Kota Bu Risma. Saya meyakini, warga Surabaya akan memberikan jawaban yang sesuai dengan riil jujur,” katanya.

Menurut Awi, banyak warga yang sudah mengetahui bahwa kinerja Risma merupakan pemimpin yang tidak hanya berdiri di belakang meja. Ia pemimpin yang bergerak aktif di lapangan menangani dan memperbaiki segala hal terkait Surabaya. Karena itu, kata Awi, Risma dicintai rakyatnya.

Namun Pemkot Surabaya enggan menanggapi kicauan Ketum PKB itu. Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara hanya memberikan jawaban singkat saat disinggung mengenai kicauan di Twitter tersebut.

“Tidak ada komentar ya,” ujar Febri Sabtu (15/2).

Tak Perlu Sewot

Atas kicuan dari Ketua umumnya, elite PKB turut buka suara menjelaskan maksud cuitan Cak Imin. Ketua DPP PKB, Daniel Johan mengatakan cuitan di akun Twitter itu disampaikan Cak Imin setelah menghadiri beberapa acara di Surabaya.

Cuitan Cak Imin sebut Surabaya tak perkembangan yang signifikan

“Cak Imin itu setelah berkeliling kemudian ngetuit begitu, dan saya rasa tidak perlu ada yang sewot karena tidak dalam posisi mengkritik kok. Namanya ungkapan suara hati,” terang Daniel, Minggu, (19/2/20).

Daniel menjelaskan maksud ucapan Cak Imin sebagai suara hati yang harus dianggap sebagai masukan dan refleksi bersama agar Surabaya menjadi lebih baik. Ia pun kembali menjelaskan suara hati Cak Imin itu dengan membandingkan Surabaya dengan kota lain seperti Palembang, Sumatera Selatan dan Medan, Sumatera Utara. Sebaliknya menurut politikus PKB itu, saat ini kondisi pembangunan di Surabaya tertinggal dari dua kota tersebut.

“Surabaya katanya kota nomor 2 di Indonesia. Namun, dibanding Palembang dan Medan saja tertinggal. Sebut saja, Surabaya enggak ada LRT, belum ada stadion bertaraf internasional, tidak terlihat perkembangan pembangunan infrastruktur yang signifikan,” ujar Daniel ini yang juga anggota DPR tersebut.

Pembangunan di Surabaya, menurutnya, selama ini terlalu berat di wilayah barat dan timur. Tetapi, kawasan lain masih menyisakan kekumuhan. Lalu, persoalan warga Surabaya yang sulit mengurus tanah menjadi sertifikat hak milik atau SHM.

Selanjutnya, ia menyinggung peringkat Kota dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya yang juga tertinggal dari kota lain.

“Di tahun 2019, peringkat Kota dengan Indeks Pembangunan Manusia, Surabaya hanya ada di urutan ke 12. Kalah dengan Yogyakarta, Sleman, dan Jaksel misalnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Cak Imin mengunggah gambar foto yang menunjukkan sebuah kota dengan pemandangan rumah dan bangunan yang berdempet-dempetan di Twitternya, @cakimiNOW, Sabtu, 15 Februari 2020. Dalam cuitannya, Wakil Ketua DPR itu menulis soal Surabaya yang tak ada kemajuan signifikan.

“Surabaya, kota sejarah dan legenda… Tapi kok gak onok kemajuan yang significant ya?” tulis Cak Imin.

Beberapa jam usai cuitan pertama, Cak Imin kembali mem-posting tulisan yang kembali menyinggung Surabaya. “Surabaya bisa disebut kota maju karena apa aja? Contohnya rek?,” demikian tambahan cuitannya.

Editor : Redaksi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button