Bantu Pengimplementasian Eco Enzyme di Desa Claket, Mojokerto Bersama Mahasiswa BBK 6 UNAIR

Mojokerto, Wartapos.id — Mengikuti meningkatnya angka limbah rumah tangga organik di Indonesia bahkan seluruh dunia, meningkat pula angka dan beragam bentuk pencemaran lingkungan. Mulai dari pembakaran sampah, pembuangan limbah pada saluran air umum seperti sungai dan got, atau bahkan membuang sampah sembarangan dan membiarkannya membusuk dan menetap di tepi jalan, jurang, atau lahan kosong. Dengan berbagai problema ini, perlu adanya gerakan guna mengurangi tingginya angka limbah yang tak terolah.
Eco Enzyme memberikan solusi untuk melawan masalah penumpukan limbah organik, terutama limbah dapur. Pertama kali dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong di Thailand, Eco Enzyme dikenalkan sebagai solusi pengolahan limbah yang ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah diterapkan. Eco Enzyme itu sendiri merupakan hasil fermentasi larutan gula, air, dan sampah-sampah dapur berupa buah dan sayur.
Eco Enzyme bisa digunakan dalam berbagai kebutuhan kebersihan rumah tangga. Mulai dari sebagai campuran pembersih lantai hingga campuran cairan pencuci piring. Disamping itu, Eco Enzyme juga bisa digunakan sebagai pembersih/penjernih air limbah rumah tangga atau sebagai pupuk.
Melihat bagaimana serbagunanya, ekonomisnya, dan mudahnya proses pembuatan Eco Enzyme, mahasiswi BBK 6 UNAIR menggunakan ini sebagai sebuah kesempatan guna membantu masyarakat Desa Claket, Pacet, Mojokerto melawan masalah limbah pada air sungai dan saluran air mereka setelah menampung keluhan berbagai warga desa tentang maraknya pembuangan limbah ternah ke aliran air dan sungai. Hal ini pun dilakukan guna menyokong dan membantu program pelestarian lingkungan yang menjadi salah satu tema BBK UNAIR saat ini.
Melalui penyuluhan penuh interaksi pada satu acara arisan warga, keberadaan dan kegunaan Eco Enzyme pun akhirnya bisa memasuki radar warga Desa Claket. Disamping penyuluhan, dilakukan juga demonstrasi pembuatan Eco Enzyme secara langsung.
Melihat potensi Eco Enzyme dalam usaha mereka mengurangi limbah peternakan di saluran air, penyuluhan dan demonstrasi ini mendapat respon yang baik dan para warga-pun tertarik membuat dan mengimplementasikan program Eco Enzyme ini dalam upaya pelestarian lingkungan di lingkup komunitas dan masyarakat.
Penulis : Nabila Fasya





