JatimNganjukPelangi

Hut koperasi Ke-78, Pemkab Bangkalan Gelar Launching Koperasi Merah Putih

Bangkalan, Wartapos.id-Bertepatan dengan hari koperasi indonesia ke 78 tahun 2025, pemerintah kabupaten Bangkalan melalui Dinas koperasi, usaha mikro dan perdagangan (Diskopumdag) kabupaten Bangkalan menggelar launching koperasi desa/kelurahan merah putih bertempat di gedung rato ebu, jalan ahmad yani Bangkalan, Rabu(16/07/2025).

Acara tersebut di hadiri Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, segenap jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda), ketua Dekopinda kabupaten Bangkalan, Dekopinda provinsi Jawa Timur, pengawas koperasi pusat, Camat, Lurah, Kepala Desa serta 281 ketua koperasi merah putih se-kabupaten Bangkalan.

Ahmad siddik, S.Ap. MM selaku Plt Diskopumdag Bangkalan dalam sambutannya berharap agar koperasi desa/ kelurahan merah putih bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat desa.

Dengan sistem tata kelola profesional yang mengedepankan keterbukaan informasi segala bentuk kegiatan di koperasi desa itu sendiri, dengan begitu semua kegiatan bisa di pertanggung jawabkan sesuai dengan peruntukannya. ” Kami berharap koperasi desa merah putih tidak hanya menjadi nama atau simbol, tetapi benar benar menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat desa yang di kelola secara profesional, transparan dan akuntabel,” ungkap Siddik.

Terkait permodalan, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, S.Ip. MH menyebut pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. Namun, beberapa skema pembiayaan sudah disiapkan, termasuk dari bank yang tergabung di Himbara dan potensi penyertaan modal dari Dana Desa.

“Kita masih menunggu Juknis-nya. Tapi internal kami sudah siapkan langkah-langkah agar koperasi bisa langsung bergerak saat pembiayaan dibuka,” tambahnya.

Bupati juga meluruskan anggapan bahwa Koperasi Merah Putih tidak akan menjadi pesaing Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurutnya, keduanya justru bisa saling melengkapi dan berkolaborasi.

“Koperasi ini murni milik masyarakat, sedangkan BUMDes itu semi pemerintah. Jadi perannya berbeda, tetapi bisa saling mendukung,” jelasnya.

Lebih jauh, koperasi ini tidak hanya akan bergerak di sektor simpan pinjam, melainkan juga di sektor distribusi kebutuhan pokok seperti pupuk, gas Elpiji, dan barang-barang kebutuhan lainnya.

“Bisa jualan pupuk, gas dan lainnya. Jadi koperasi ini akan punya peran ekonomi yang lebih luas di masyarakat,” pungkasnya.

(Faiz)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button