JatimNganjukPelangi

Kirab Budaya Dan Kirab Hasil Bumi Meriahkan Bersih Desa Klurahan Ke – 146

 

Nganjuk, Wartapos.id – Bersih desa merupakan kearifan lokal yang menjadi tradisi turun temurun dalam kebudayaan masyarakat. Kegiatan bersih desa ( Nyadran ) sampai dengan saat ini masih banyak kita temui di lingkungan Masyarakat. Bersih desa merupakan wujud bersatunya manusia dengan alam, dan juga sebagai sarana kirim doa untuk para leluhur yang terdahulu. Selain itu , bersih Desa juga sebagai wujud rasa syukur warga atas diberikan keberkahan oleh tuhan yang maha kuasa, baik dari hasil bumi, kesehatan, dan kesejahteraan Masyarakat.

 

 

 

 

 

Pemerintah desa Klurahan kecamatan Ngronggot kabupaten Nganjuk, bersama BPD, kader, karang taruna, RT/ RW, tokoh masyarakat, linmas , dan seluruh masyarakat desa Klurahan, menyelenggarakan bersih desa ( Nyadran ) yang ke 146 , dengan melaksanakan kegiatan pawai budaya dan kirab hasil bumi dengan rute kirab start mulai depan kantor desa Klurahan dan finish di situs pesarehan / pamuksan keluarga besar Ki Ageng Kampuh / Mpu Sendok Endang Roro Amis / Dewi Sekartaji, Kamis ( 29/05/25 ).

 

 

 

 

 

Ribuan Masyarakat desa Klurahan dan sekitar nya, tumpah ruah mengikuti kegiatan bersih desa ( Nyadran ) ke 146 dengan kirab budaya / pawai budaya dan kirab hasil bumi. Kegiatan kirab budaya ini secara simbolis di buka langsung oleh camat Ngronggot M . Makrup, S Sos dengan sangat meriah dan ribuan penonton memadati sepanjang rute yang di lalui kirab . Masyarakat antusias, berbondong bondong melihat pertunjukkan kirab hasil bumi meliputi buah buahan, sayur sayuran, ketela, jagung , padi, kacang, dan pertunjukan jaranan .

 

 

 

 

Camat Ngronggot M.Makrup, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat desa Klurahan yang guyup rukun , bersama sama, gotong royong meriahkan bersih desa ( Nyadran ) desa Klurahan yang ke 146 dengan melaksanakan kirab budaya dan pawai budaya ini. Beliau mengungkapkan bahwa syukur itu ada tiga yaitu, syukur dalam hati berupa bentuk syukur kepada tuhan yang maha kuasa. Syukur dengan ucapan, dan syukur dengan yang kita lakukan hari ini termasuk kita melakukan kegiatan pawai budaya ini . Dengan kita melakukan bersih desa ( Nyadran ) ini masyarakat desa Klurahan diberikan kemakmuran, di berikan aman, ketentraman, kondusif menjadikan desa Klurahan yang gemah rifah loh jinawi, ” tuturnya.

 

 

 

 

” Sementara itu kepala desa Klurahan Suhadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat desa Klurahan yang sangat antusias dan guyup rukun mengikuti kegiatan kirab budaya dan pawai budaya ini dengan baik, gotong royong , kebersamaan dan meriah sekali. Kegiatan bersih desa ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar warga memperlihatkan betapa budaya kita masih hidup dan dirawat dengan sangat baik sekali, “ujarnya.

 

 

 

 

 

Lanjut nya, beliau menjelaskan bahwa bersih desa merupakan tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun. Yang di gelar setiap tahun sebagai bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjaga hubungan dengan alam dan Sang Pencipta. Selain itu untuk nguri nguri budaya Jawa sebagai generasi penerus, kita sebagai anak bangsa tidak boleh melupakan yang nama nya budaya bersih desa. Kedepannya generasi penerus kita harus selalu ingat untuk melakukan kegiatan seperti ini. Dengan kita melakukan kegiatan bersih desa ini seluruh masyarakat desa Klurahan diberikan hasil panen yang berlimpah, di berikan kesehatan jasmani, rohani, di berikan kemakmuran kesejahteraan, guyup dan rukun, ” pungkasnya. ( uzi )

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button