JatimNganjukPelangi

Gelar Karya P5 Dan Peringatan Hari Guru Nasional Di SMKN 1 Bagor

 

Nganjuk, Wartapos.id – Siswa – siswi SMK Negeri 1 Bagor, pada hari Senin , 27 November 2023 mengadakan kegiatan Gelar Karya P5. Kegiatan tersebut sesuai dengan kurikulum baru, yaitu kurikulum merdeka mandiri yang melatih siswa-siswi agar kreatif, inovatif serta bersikap mandiri. Gelar Karya ini adalah puncak kegiatan pembelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan merupakan implementasi atas ide ide atau inovasi yang telah dikembangkan oleh peserta didik sesuai dengan kelompoknya masing-masing baik berupa olahan makanan, minuman, penampilan pentas seni , musik akustik , tari, daur ulang ( tata busana ), hadroh dan fashion show.

Gelar Karya P5 dengan tema ” Kebekerjaan ” juga dalam rangka memperingati hari guru nasional ( HGN ) ke 78 di SMKN 1 Bagor . Guru adalah poros utama pendidikan yang menjadi penentu kemajuan suatu negara di masa depan. Secara umum tugas guru adalah mengajar siswa-siswi agar memilki pengetahuan dan keterampilan dalam masing-masing bidang pelajaran. Guru merupakan salah satu profesi yang mulia, dari guru kita belajar banyak ilmu pengetahuan. Dengan kesabaran dan kegigihannya, guru senantiasa mendidik muridnya menjadi pribadi yang bermanfaat.

Penampilan fashion show dari kelas XI busana kelompok botol bekas dengan tema ” putri kerajaan ” bertemakan putri kerajaan yang berbalut gaun yang terbuat dari daur ulang botol bekas . Gaun yang indah dengan balutan warna emas dan biru tua lalu warna emas dan biru tua ini sendiri dikaitkan dengan kehangatan dan keberuntungan atau menjadi simbol keberuntungan dan kemampuan untuk mencapai kesuksesan. Tampak juga bunga yang berwarna merah dan emas sebagai hiasan untuk menambah sentuhan keindahan pada gaun yang di kenakan , warna merah dan emas ini juga melambangkan kehebatan kekuatan dan pribadi yang berani dan tegas.

Tema ” malaikat dan bunga ” bahan koran dan kertas bufallo , dengan memanfaatkan koran koran bekas untuk di jadikan sebagai bahan utama dalam pembuatan kostum dengan mengangkat tema ” malaikat dan bunga ” serta menggunakan warna dominan hitam dan putih dan menggunakan kertas bufallo sebagai bahan tambahan untuk membuat aksesoris seperti sayap, hiasan kepala, bunga dll. Mahkota dan sayang yang di baluti bintang bintang ini seperti diri kita yang menjadi malaikat kecil bagi ayah dan ibu untuk meraih kesuksesan di gambarkan adanya bintang. Dan warna monoton gaun ini seperti kita yang masih bingung dengan hal hal yang kita lalui, dan bunga bunga ini menunjukkan bahwa kita semua yang monoton itu tidak indah, ada kalanya yang monoton itu indah, dan semua itu butuh proses.

Baju karnival dan kertas minyak, baju karnival ini terbuat dari kertas minyak yang bertemakan tinker bell, terinspirasi dari film disney yaitu pero kecil tinker bell. Terinspirasi dari tinker bell karena kostum nya melihat mudah untuk kita buat baju karnival dengan bahan utama kertas minyak . Mengapa kita mengambil bahan dari kertas minyak , karena kertas minyak mudah di dapatkan di sekitar kita. Untuk bagian kemben nya mengunakan hiasan kresek yang di bentuk bunga yang di pilok , dan juga bagian yang menggunakan daun nangka kering lalu di pilok dan juga kertas minyak yang di bentuk seperti daun lalu di pilok juga.

” Daur ulang kresek ini mengisahkan tentang seorang yang mengurangi tumpukan sampah yang di jadikan sebuah karya , kupu-kupu menggambarkan simbol perjalanan daur ulang sebuah sampah seperti metamorfosis yang penuh perjuangan hingga mencapai bentuk yang indah. Warna emas pada gaun ini memiliki makna keabadian yang artinya kekal tak akan berubah sedikitpun” .

Tema putri bunga , gaun ini menggunakan kantong plastik, tutup botol , busa ati, serta pernak pernik yang tidak terpakai. Gaun ini mengangkat tema putri bunga untuk membuat kostum ini, kantong plastik adalah bahan utama yang kami gunakan untuk pembuatan kostum. Mahkota yang kami buat terbuat dari kertas HVS dan bunga mawar putih palsu yang sudah tak terpakai, bagian sayap kami menggunakan kertas minyak sebagai bahan utama serta sendok bekas, di bagian dada kami membuat penutup dada dari busa ati dengan ukiran yang mengarah ke kerajaan, bagian bawah penutup dada kami menambahkan mutiara dan tutup botol bekas sebagai hiasan . Kami juga membuat sabuk berbentuk pita dan kain sisa pembuatan gaun, dan kami juga membuat kelat bahu dari sisa busa ati untuk menambah nilai keindahan gaun, bagian rok kami terbuat dari kain, lalu di tempeli kantong plastik yang kami bentuk menyerupai bunga.

Tema ” peri ” kostum dari kelompok kami terdapat dari bahan koran. Kostum ini bertema peri, yang dapat di lihat dari sayap dan baju nya yang terdapat warna putih seakan menggambarkan peri yang baik hati . Kami juga menambah kapas dan potongan potongan kaset di bagian sayap nya untuk mempercantik sayap agar lebih terlihat seperti peri yang berbaik hati. Koran koran tersebut kami lipat berbagai macam bentuk seperti wiru, bunga, dan kipas dan kami gulung gulung kecil untuk mempercantik bagian mahkota dari kostum ini untuk bagian tongkat kami mengecat tingkat berwarna putih dan menggunakan kertas manila yang di bungkus dengan kertas silver untuk bentuk cinta nya. Selanjutnya” tema musim dingin ” bahan dari kantong plastik bekas dan tema ” peri kejahatan ” bahan dari botol bekas.

Kepala sekolah SMKN 1 Bagor Eko Cahyono, S.Pd, M.E menyampaikan pada hari ini dalam rangka memperingati hari guru nasional ( HGN ) ke 78 kita menyelenggarakan upacara bendera dan gelar karya P5 ( proyek penguatan profil pelajar pancasila ) tujuan dari gelar karya adalah memperkuat karakter siswa dan juga mengembangkan kompetensi siswa, dalam rangka mewujudkan profil pelajar pancasila. Hari ini banyak karya karya siswa siswi yang di tampilkan ini merupakan apresiasi siswa sehingga bisa di hargai, siswa siswi di beri apresiasi sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar . Bapak ibu guru mendukung semua, kegiatan ini yang paling menonjol adalah kegiatan boga yaitu memperagakan atau memberikan apresiasi yaitu memasak dengan makanan tradisional, dan juga dari 6 program studi ( prodi ) yaitu, DKV ( desain komunikasi visual ) , TKJ, elektronika , listrik, tata boga, dan tata busana, ” jelasnya ” . ( uzi )

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button