JatimNganjukPelangi

Pawai Budaya Dan Kirab Hasil Bumi Meriahkan Bersih Desa Sonoageng

 

Nganjuk, Wartapos.id – Dalam rangka memperingati bersih desa Sonoageng kecamatan Prambon kabupaten Nganjuk tahun 2023, berbagai kegiatan di selenggarakan oleh pemerintah desa Sonoageng seperti kirab budaya , arak arakan hasil bumi mulai dari padi, jagung, kedelai, kacang kacangan, buah buahan dan makanan apem di arak mulai dari kantor desa Sonoageng sampai makam mbah eyang Sahid yang berjarak kurang lebih 500 M , Kamis ( 03/08/23 ) .

Hadir dalam acara bersih desa Sonoageng Kepala BPN Nganjuk, camat Prambon, Kapolsek Prambon, Danramil Prambon, kepala desa Sonoageng Suharto, beserta perangkat desa, BPD, LPM, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat desa Sonoageng. Selain kirab budaya dan syukuran di makam Mbah eyang Sahid , berbagai kegiatan di selenggarakan untuk memeriahkan bersih desa Sonoageng yaitu ada 17 kegiatan seperti wayang kayu, kentrung, wayang kulit , layar lebar, seni jaranan, orkes, drumband , pengajian umum dan doa bersama di setiap RT masing-masing.

Arak arakan Julen / wadah sudah menjadi tradisi turun temurun yang harus di lestarikan ini merupakan wujud syukur masyarakat desa Sonoageng kepada tuhan yang maha kuasa atas hasil panen padi, jagung , bawang merah dan buah buahan yang melimpah . Selain itu ada arak arakan ” makanan Apem ” itu merupakan pewaris dari nenek moyang kita yang mana orang yang sudah meninggal pasti ada makanan Apem untuk di jadikan rebutan atau berkah di makam Mbah eyang Sahid.

Kepala desa Sonoageng Suharto menyampaikan kirab budaya dan kirab hasil bumi sudah di lakukan turun temurun oleh masyarakat desa Sonoageng setelah panen ke dua ( walik,an) kegiatan pawai budaya di mulai dari kantor desa Sonoageng sampai di makam ” Mbah eyang Sahid ” yang tujuannya berdoa bersama memohon kepada yang maha kuasa agar masyarakat desa Sonoageng di berikan kesehatan, panjang umur, kemakmuran, kesejahteraan, hasil panen yang berlimpah ruah, dan masyarakat desa Sonoageng yang guyup dan rukun, ” jelasnya ” .

” Lanjut kades, untuk mengingat jasa nya ” Mbah eyang Sahid” yang pertama kali menemukan / babat desa Sonoageng, merupakan wujud syukur kepada Tuhan yang maha kuasa atas rahmat, nikmat, dan hidayah nya yang di berikan kepada kita semua, untuk nguri – nguri budaya yang harus di lestarikan sampai akhir zaman nanti, dan memberikan contoh kepada generasi muda biar tahu bagaimana adat kita ini jangan sampai di lupakan oleh anak cucu kita, ungkapnya ” .

Sementara itu tokoh masyarakat desa Sonoageng Hariono Soleh saat di temui di sela sela acara menuturkan sejarah tentang desa Sonoageng bahwa pada zaman dahulu ” Mbah eyang Sahid ” berasal dari keraton Surakarta sekitar abad ke 17 an di sana dulu ada perebutan kekuasaan , Mbah eyang Sahid tidak mau merebutkan kekuasaan dan akhirnya meninggal kan kerajaan ada 3 penderek nya yaitu ” Mbah eyang Sahid, Mbah Putri, dan Mbah Wadad, dari nama nama tersebut adalah nama samaran biar tidak di ketahui oleh kerabat kerajaan , oleh sebab itu Mbah eyang Sahid meninggal kan keraton mengembara di suatu tempat di daerah Delangu, setelah itu ada seorang yang alim nama nya M. Sahid dan menimba ilmu di situ waktu sudah berlalu akhirnya dia di suruh mengembara ke arah timur tempat matahari terbit , setelah itu di suatu tempat mendapatkan Ilham terus berhenti di situ menjalankan Ilham tersebut, ” tandasnya ” .

Pada waktu berteduh di bawah pohon besar pohon itu bernama pohon Sono yang artinya tempat dan Ageng berarti besar maka setelah perkembangan zaman akhir nya dinamakan desa Sonoageng . Dengan karomah dan ke iklasan beliau ” Mbah eyang Sahid banyak pejabat yang lahir dari desa Sonoageng . Dan akhirnya mbah eyang Sahid di makamkan di desa Sonoageng yang sebelah kiri mbah eyang Sahid dan yang sebelah kanan makam nya mbah eyang putri dan yang makan nya di selatan jalan itu makan nya Mbah Wadad, ” imbuhnya ” .

Sedangkan sambutan Camat Prambon Kuwadi, SH, MH mengatakan bersih desa Sonoageng merupakan bentuk syukur kepada Tuhan yang maha kuasa atas hasil panen yang berlimpah, masyarakat yang makmur dan sejahtera. Bersih desa Sonoageng merupakan bentuk Nguri-Nguri budaya melestarikan budaya sebagai generasi penerus harus tahu tentang budaya desa Sonoageng dan kami mewakili Bupati Nganjuk Nganjuk Mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya bersih desa Sonoageng yang di banggakan oleh masyarakat kabupaten Nganjuk, ” jelasnya “. ( Uzi )

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button