Terus Berpacu Dalam Kamtibmas, Kapolresta Sidoarjo Jalin Komunikasi Bersama Masyarakat Desa


Sidoarjo, Wartapos.id – Sudah tugas Kepolisian dalam membentuk dan Menjalin komunikasi dengan masyarakat, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, untuk menciptakan sektor yang berbasis giat cangkrukan kamtibmas ke berbagai wilayah Desa.
Seperti berlangsung Sabtu (19/11/2022) malam di wilayah Jabon. Kapolresta Sidoarjo melakukan cangkrukan kamtibmas bersama Forkopimka Jabon, kepala desa se-Jabon, tokoh agama, tokoh masyarakat dan perwakilan warga.
Camat Jabon M. Aziz Muslim pada sambutannya mengapresiasi upaya menjaga kamtibmas yang dilakukan Polresta Sidoarjo dan jajarannya. Terutama terkait kriminalitas dan balap liar yang kerapkali terjadi di wilayahnya.
“Patroli polisi bersama TNI, kami berharap agar terus digiatkan. Karena ini terbukti efektif untuk memberikan rasa takut masyarakat, khususnya anak-anak muda yang akan lakukan balap liar. Seperti beberapa waktu lalu polisi yang melakukan penindakan balap liar di ex tol, tentu efektif membuat efek jera,” jelasnya.
Terkait cangkrukan kamtibmas ke wilayah-wilayah, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo menjelaskan, kegiatan ini rutin dilakukan sebagai upaya menjaga kondusifitas kamtibmas melalui menjalin kritik maupun saran dari masyarakat, termasuk dari wilayah desa.
“Cangkrukan kamtibmas rutin kami lakukan kembali, untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat terkait situasi kamtibmas. Sehingga nantinya dapat dengan cepat kami respon setiap perkembangan. Masyarakat juga dipersilahkan jangan takut lapor ke polisi bila ada kejadian-kejadian menonjol, seperti kriminalitas, narkoba maupun balap liar,” papar Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.
Pada kesempatan cangkrukan kamtibmas di Jabon, Kapolresta Sidoarjo juga membagikan paket sembako pada warga kurang mampu dan menghadirkan mobil SKCK Keliling Online sebagai layanan publik ke pelosok desa.
Yang utama dalam cangkrukan, dalam memberikan pelayanan yang prima pada masyarakat, memberikan perhatian terkait problem dan keluh kesah terhadap pelayan Polri, karena intruksi Kapolri bahwa Polri jangan ikut berkecimpung di dalam arus, namun sebagai penengah dan sebagai obyek penyelesai masalah ( rif/hm )





