Talkshow Manajemen Qurban dan Pelatihan Qurban bersama juleha

Surabaya,Wartapos.id- pengumpulan hewan sebelum disembelih, sampai distribusi dagingnya harus benar-benar diperhatikan. Proses ini tidak boleh berjalan dengan asal, agar tidak berpotensi menimbulkan penyakit.

Di sisi lain kebutuhan juru sembelih halal saat kurban yang handal terus meningkat. Kondisi ini berbanding terbalik dengan jumlah jagal ahli yang tersedia. Inilah yang menjadi latar belakang diadakannya acara Bincang Qurban “Talkshow Manajemen Qurban dan Pelatihan Qurban”, Minggu (5/6/2022)di Ruang Utama Musholla al-ikhlas, Jalan karang rejo IV/36b Surabaya.
Acara yang masuk ke dalam rangkaian juleha Surabaya ini bertujuan untuk mensosialisasikan bentuk manajemen kurban yang baik pada masyarakat.

“Sekarang masyarakat untuk bagian kurban jarang, kecuali kalau dia aktif di masjid,” tutur Ketua  juleha Deny setiawan.

Proses kurban dari tempat pengumpulan hewan sampai distribusi daging di surabaya dinilai masih belum profesional. Masjid-masjid yang diamanahi sebagai tempat sekaligus pelaksana penyembelihan pun kerap tidak dilengkapi sarana dan prasarana yang mumpuni. Lebih lanjut, sedikitnya jumlah SDM yang mampu melangsungkan prosesi ini juga menjadi kendala tersendiri.

“Harapannya peserta bisa membuka pelatihan di tempat masing-masing,” tambahnya.
Hari Raya Idul Adha merupakan hari raya utama umat Muslim. Salah satu ritualnya, yakni ibadah kurban, merupakan wujud dari prinsip tauhid. Di mana manusia mengorbankan hal yang sangat dicintai demi Allah. Mengingat dalam dan pentingnya makna kurban, seyogyanya ibadah kurban dilaksanakan dengan sistem manajemen yang baik.

permintaan hewan kurban tidak sebanyak sekarang. Namun sekarang, penjagal dan pengumpul hewan kurban bisa menangani puluhan ribu hewan dalam jangka waktu bersamaan. Hewan-hewan kurban yang sedemikian banyaknya itu sering dikumpulkan dalam satu tempat, dan sering pula tidak dirawat dengan layak. Hal ini dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit. Inilah mengapa manajemen yang baik sangat dibutuhkan.

Untuk itu, penjual hewan mesti menghargai prinsip kesejahteraan hewan. Prinsip tersebut di antaranya adalah mendapat cukup makan dan minum, bebas penyakit, dan kondisi lingkungan yang nyaman. Selain itu, hewan juga mesti bebas mengekspresikan perilaku alaminya.
“Rata-rata hewan diikat, kemudian dijatuhkan dengan paksa, diikat di pohon supaya kepalanya mendongak. Itu kan sangat menyiksa,” tambah Deny setiawan.

Oleh karena itu, ada aturan standar yang harus dipenuhi. Mulai dari sembelih, sampai distribusi daging. Agar kualitas daging hewan kurban tetap terjaga, penyembelihan hewan kurban. “Atas dasar itu pemerintah melakukan penjaminan hewan kurban lewat peningkatan pengetahuan masyarakat. Jadi acara seperti ini sangat bermanfaat,” pungkasnya.

Musholla al-ikhlas menunjukkan kepeduliannya lewat pelatihan juru sembelih halal, awal tahun lalu. Pelatihan yang diselenggarakan bersama tim juleha Surabaya, menyosialisasikan cara penyembelihan dan penanganan pasca penyembelihan yang halal dan baik.
Dalam kegiatan ini yang turut mendukung DPD Hidayatullah, Rumah wakaf, Dunia grafindo.

Reporter: Oni