Ketua DPD RI Sampaikan Pentingnya Pembangunan SDM Berkarakter dan Bermoral di Wisuda Universitas Azzahra

JAKARTA, Wartapos.id – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan Indonesia membutuhkan Sumber Daya Manusia yang berbudi pekerti luhur dan berkarakter kuat.

Selain itu, Indonesia juga membutuhkan SDM yang menguasai keterampilan dan ilmu pengetahuan masa kini dan masa depan.

Hal itu disampaikan LaNyalla saat memberikan Orasi Ilmiah secara virtual dalam Wisuda Sarjana ke-XVI
Universitas Azzahra Jakarta, Kamis malam (31/3/2022).

Hadir dalam cara wisuda itu Kepala LL-DIKTI Wilayah III Jakarta, Doktor Paristiyanti Nurwardani, Ketua Yayasan Lentera Azzahra, yang juga Rektor Universitas Azzahra, Syamsu Alam Makka, Para Pengurus Yayasan dan Para Wakil Rektor serta Para Dekan Fakultas Universitas Azzahra, Keluarga Besar Civitas Akademika Universitas Azzahra
dan Para Wisudawan dan Wisudawati.

“Kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia di masa depan terletak pada pembangunan SDM. Dimana persaingan dunia yang semakin ketat dan dis-rupsi di berbagai bidang, tentunya membutuhkan kualitas SDM yang tepat,” katanya.

Karena itulah perguruan tinggi harus berani mencanangkan target, lulusan yang dihasilkan dijamin kompetitif di tingkat regional dan global. Setidaknya, menurut LaNyalla, perguruan tinggi harus mencetak dua tipikal wisudawan.

Pertama, SDM yang memiliki kompetensi dalam karakter. Yaitu pekerja keras, jujur, kolaboratif, solutif dan entrepreneurship.

Kedua, SDM yang kompetitif dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan menguasai the emerging skills, yang mampu mengisi the emerging jobs, dan inovatif serta mampu membangun the emerging business.

“Kenapa harus dua tipikal itu? Karena kita butuh ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat kita bisa melompat dan mendahului bangsa lain. Kita butuh terobosan-terobosan yang cerdik, yang
mudah, yang cepat. Kita juga butuh SDM unggul yang toleran, yang berakhlak mulia. Dan kita butuh SDM yang terus belajar bekerja keras dan berdedikasi,” papar dia.

“Kita juga butuh inovasi-inovasi yang mampu membaca potensi untuk menjadi peluang. Sehingga bisa membuat kelemahan menjadi kekuatan. Mengubah keterbatasan menjadi kelebihan, kesulitan menjadi kemampuan dan mengubah dari tidak berharga menjadi bernilai untuk rakyat dan bangsa,” imbuhnya.

Menurut Senator asal Jawa Timur itu, lembaga pendidikan merupakan garda depan untuk menciptakan insan yang unggul dan berkarakter. Tentunya dengan metode dan sistem Pendidikan yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan zaman.

“Sumber kemakmuran masa depan tidak lagi terdapat pada seberapa besar sumber daya alam yang tersedia. Karena pada akhirnya akan habis. Namun, kita lebih membutuhkan keunggulan kompetitif dari masing-masing sumber daya manusia tersebut,” tukasnya.

Terlebih pada situasi akhir-akhir ini, dunia global sedang menghadapi Pandemi Covid-19 sehingga dipaksa untuk mempercepat transformasi digitalisasi di semua lini. Indonesia harus mampu dan siap menyongsong perubahan itu. Dimana keunggulan sumber daya alam digantikan dengan keunggulan sumber daya manusia.

“Seperti yang kita lihat dari negara-negara tetangga, seperti Singapura, Korea Selatan dan Jepang. Sumber daya alam mereka sangat terbatas, tetapi produktivitas SDM-nya sangat tinggi. Sehingga mampu  mengalami lompatan-lompatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan,” tuturnya.

LaNyalla berharap dari Universitas Azzahra lahir pemimpin-pemimpin masa depan bangsa yang memiliki sumber daya insani yang unggul dengan sumber daya kepemimpinan yang hebat. Juga SDM yang berkarakter dan bermoral kuat. Karena karakter anak didik akan menentukan karakter bangsa.

“Saya percaya, Universitas Azzahra masih memegang teguh prinsip pendidikan karakter untuk menghasilkan anak didik yang bermoral dan berakhlak. Dengan memadukan pembangunan karakter dengan keterampilan dan keahlian,” ujarnya.

“Dan saya ucapkan selamat kepada 161 Wisudawan dan Wisudawati yang hari ini resmi menjadi Sarjana dan memperoleh gelar akademik, dari enam Fakultas. Semoga Anda semua dapat berkiprah untuk kebaikan bangsa dan negara ini,” tutupnya.

(Gtot)