Bendera Partai Gerindra Berserakan ,Di Duga Di Cabut , Di Gunakan Untuk Menandai Truck Yang Mogok

 

Sidoarjo Wartapos.idKejadian yang tidak semestinya terjadi dan tidak mengenakan, yang di lakukan oleh orang yang paham atau tidak mengerti. Terkait bendera kebesaran Partai Gerindra yang, masuk di wilayah PAC Taman. Bendera Partai bergambar burung Garuda itu berserakan, di duga, di cabut oleh orang yang tak di kenal. Karena di dekat kejadian ada truck yang mogok, dan bendera itu di pakai tanda, seakan mobil yang di belakang tahu kalau di depan ada truck . Namun di sayangkan suasana tidak mengenakan lantaran bendera petaka Partai yang baru saja, di pasang untuk merayakan HUT Partai Gerindra yang ke 14, justru berserakan di jalan seakan sudah tidak berguna lagi. Kejadian ini di sebelah kiri jalan raya Nasional Taman – Krian dekat Fly Over Trosobo, pukul 08.00 Wib. Selasa ( 8/2 ).

Ketika salah satu jurnalis surat kabar dan online Wartapos, menghimpun data di lapangan dan mengkonfirmasi Ar orang yang melihat kejadian itu. Katannya Ada sekitar 10 bendera Partai Gerindra, tergeletak lengkap dengan bendera beserta kayunya. Saat di lokasi dan di lihat truck dan keberadaan sopirnya tidak ada di tempat ujar Ar.

Peristiwa yang tidak pantas untuk di lakukan ,terkait pengerusakan, pencabutan, penghinaan atau membakarnya tanpa sepengetahuan pemilik atau yang punya wewenang. Bisa di kenakan pidana. Truck mogok tersebut dengan Nopol L – 8459 – UF jenis truck Treiler warna merah sedikit ada kombinasnya. Mitsubhisi , tahun 1996 namun tanda tanda perbaikan belum nampa adanya mekanik.

Penyebabnya di duga di cabut oleh kernet / sopir, karena kalau terkena angin mustahil jatuh karena di ikat dengat kawat yang kuat. Atau jatuh karena ikatannya lepas Ketika kejadian ini di laporkan ke ketua PAC Taman ( oleh kader yg juga teman jurnalis yang melihat truck mogok ).Atas kejadian yang baru saja terjadi. Maka ketua PAC Taman berkordinasi dengan Sekretaris DPC, untuk segera meluncur dan ingin melihat namun truck sudah tidak ada di tempat.

Di tempat kantor PAC Taman ,ketua PAC Muhamad Nur Hidayat SH, memberikan stetmen terkait bendera petaka yang dijadikan sebagai petanda truck mogok” jelas melanggar hukum apapun bentuk alasanya, baik di sengaja maupun tidak, penghinaan dan merendahkan kehormatan bendera Negara maupun bendera Parpol , orang tersebut bisa di pidana paling lama 5 tahun penjara dengan pasal 234 RUU KUHP. Ujarnya yang juga pemilik shorom mobil ( Nur Mobil ) ini. ( rif )