Jatim

Kurangnya penerangan atau PJU daerah rusun sering kemalingan.

Surabaya ,Wartapos.id – Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono menjelaskan, ada sejumlah permasalahan yang dialami warga Rusun Tambak Wedi dalam hearing kali ini, pertama mereka menyayangkan penerangan atau lampu PJU di daerah Rusun yang hanya ada satu.

“Akibatnya banyak pencurian kendaraan bermotor.” ujar Baktiono usai hearing Kamis (9/12)

Sehingga pihaknya meminta adanya penambahan PJU lagi, namun pengerjaannya tidak langsung karena perlu waktu, sebab tiang lampu tersebut nantinya akan di pasang di bawah beton.

“Maka kami minta di pasang lampu sorot, barangkali dua lampu bisa menerangi lebih banyak lagi.” ungkap Baktiono

Kemudian keluhan lainnya adalah side pail, yang di pasang di sisi
Di sungai. Sebab di sana merupakan akhir pembuangan air, mengingat lokasi rusun dekat laut, karenanya ia meminta hal tersebut harus dibangun sekuat mungkin sehingga aliran air daerah Tambak Wedi dan sekitarnya menuju laut lebih lancar.

“Pun juga nantinya diharapkan mengurangi banjir di sana.” tegasnya.

Selanjutnya adalah masalah kependudukan, menurutnya masalah kependudukan ini sebenarnya banyak dikeluhkan bukan hanya oleh warga Rusun Tambak Wedi saja, tapi hampir seluruh rusun di seluruh Surabaya.

“Data yang kami temukan termasuk di apartemen, yaitu temuannya warga yang menghuni rusun atau apartemen mayoritas hampir 50% mereka bukan ber KTP atau KK yang di rusun tersebut,” bebernya.

“Kalau di rusun kan mayoritas warga tidak mampu dan mereka sebelumnya juga mendapatkan program keluarga harapan dari pusat, mereka juga mendapat bantuan sosial tunai tapi setelah pindah di rusun mereka tidak mendapat lagi. Karena apa? Waktu di cek di alamat yang mereka sebelumnya, mereka tidak ada, sudah pindah,” tambahnya.

Maka, program tersebut di coret karena dianggap warganya sudah tidak ada. Karenanya, Baktiono menekankan ini merupakan tugas bersama, melalui Dinas Tanah yang mengelola rusun, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bekerja sama dengan RT/RW untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Dinas Penduduk kami minta untuk turun langsung ke lokasi, di tempat itu memberikan identitas baru bagi warga yang belum dapat KTP/KK di rusun yang dihuni.” imbau dia.

“Maka selanjutnya nanti akan bisa dijadikan percontohan ke seluruh rusun yang ada di Kota Surabaya.” tandas Baktiono.

Reporter : GT

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button