POLRESTA SIDOARJO GULUNG KOMPLOTAN GANK PEMBUNUH DI BAY PASS BALONG BENDO

SIdoarjo, Wartapos.id – Komplotan gank Pastaja ( pasukan tarung jalanan ), berhasil di ringkus Satreskrim Polresta Sidoarjo , ke 4 pelaku ( MAM ) 16 tahun pelajar alamat Krian Sidoarjo, ( MA ) 16 tahun swasta alamat Jatirejo Mojokerto, ( MYE ) 20 tahun swasta alamat Jenggawah Jember, ( AIF ) 20 tahun alamat Kebomas Gresik dan 3 pelaku atas pencurian Jumat ( 9/10 ).

Dalam rilies di Mapolresta Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusuma Wahyu Bintoro S.H. Sik di dampingi Kasat Reskrim AKP Oscar S Setyo kronologi kejadian ” bermula pada hari Jumat tanggal 24 September 2021 pukul 20.00Wib, melalui WA pelaku MA mengumpulkan teman temanya di warung Desa Patuk Krian
Tujuannya untuk membalas dendam karena salah satu temanya telah menjadi penganiayaan oleh gerombolan balap liar ujarnya.

Selanjutnya tanggal 25 September 2021 pukul 01.30 Wib pelaku bersama 20 temanya mencari sasaran di km 33,2 , Bay Pass Krian dan berpapasan dengan 1.korban yang memakai Honda tiger ( YMT ) alamat Wringi Anom Gresik, ( yang carburatornya di ambil pelaku ), dan ke 2. korban ( Rvi ) 16 tahun pelajar alamat Balong Bendo bersama temanya pas lewat, maka tak ayal pelaku melakukan penganiayaan bersama sama terhadap korban dengan menggunakan , batu, kayu, royong, besi dan tangan kosong sehingga korban jatuh tersungkur kemudian meninggal.

Selanjutnya atas perintah pelaku ( MA ), para pelaku berkumpul di lapangan Desa Bakalan Balong Bendo Sidoarjo untuk membuang barang bukti dan menghapus semua percakapan di WA serta rekaman Vidio. Masih kata Kapolresta ini motif dendam yang tidak beralasan.

Dari ungkap 2 TKP ini dan hasil penangkapan ada beberapa barang bukti yang bisa di amankan , 3 buah batu, 1 buah royong warna putih, 5 buah kayu, pakaian dan celana korban, baju, peci, celana dan sarung milik pelaku, dan 1 sepeda Tiger ( carburatornya sudah di ambil pelaku )

Karena korban masih di bawah umur, maka ancaman hukuman di kenakan pelaku pasal 76 c jo pasal 80 ayat 3 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak , sub pasal 170 ayat 3 KUHP sub pasal 55 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia , dengan hukuman 15 tahun penjara ujarnya.

Reporter : rif