Polres Lumajang Berhasil Ungkap Curas dan Pembunuhan Sadis di Pasar Hewan

Lumajang, Wartapos – Bertampat di ruang lobi Mapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K, M.Si dengan didampingi penerjemah bahasa isyarat menggelar konferensi pers terkait pembunuhan sadis di Pasar Hewan Lumajang beberapa waktu yang lalu.
Terungkap ada tiga pelaku pembunuhan dan tindak pidana curas di Pasar Hewan Patok, Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang yang diringkus Satreskrim Polres Lumajang.
Ironisnya, ketiga tersangka pembunuhan terhadap WS (15) merupakan anak dibawah umur. Ketiga tersangka masing-masing berinisial AK (15), IBS (17) MA (14). Mereka tidak lain teman korban.
“Tiga orang pelaku kami tangkap di rumah masing masing dengan humanis dan tanpa adanya perlawanan,” ujar Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K, M.Si, Jumat (6/8/2021).
Ia mengatakan, motif pembunuhan dipicu karena pelaku ingin menguasai barang milik korban.
“Untuk motif awal sementara masih keinginan dari tersangka untuk menguasai barang berharga milik korban. Itu dulu motif yang dapat kami simpulkan nanti masih berjalan proses penyidikan,” tuturnya.
Usai melakukan pembunuhan, para pelaku membiarkan korban tergeletak di lokasi kejadian tepatnya di area Pasar Hewan. Kemudian sepeda motor dan Handphone korban dibawa kabur para pelaku.
“Pelaku menjual handphone seharga Rp 450 ribu,” beber Kapolres.
Ia menjelaskan, ketiga pelaku memiliki peran berbeda, AK sebagai orang yg merencanakan dan mempunyai ide melakukan tindak pidana, sebagai eksekutor yang membacok korban hingga tangan korban terputus serta membacok badan korban.
Sedangkan IB ini perannya ikut merencanakan tindak pidana bersama dengan AK als. F als. S,  Sebagai orang mempersiapkan senjata tajam jenis celurit, sebagai eksekutor pembacokan korban pada bagian bahu sebelah kanan.
“Untuk tersangka MA perannya adalah sebagai eksekutor yaitu melempar  korban menggunakan batu pada bagian dada korban,” terangnya.
Kejadian berawal pada 21 Juli 2021 malam, pelaku memancing korban untuk bertemu untuk mengadakan pesta miras  di sekitaran Jalan Wijaya Kusuma. Setelah dibuat teler, para pelaku mengajak korban keliling kota dengan mengendarai sepeda motor.
Akhirnya korban digiring di kawasan sepi yakni tepatnya area Pasar Hewan Jogotrunan. Mereka pun berhenti di teras warung kopi yang dalam keadaan tutup.
“Dilokasi tersebut para pelaku mengeroyok korban dengan menggunakan batu yang dipukul di kepala, kemudian melumpuhkan dengan dua bilah clurit,” ungkap Kapolres.
Kemudian esok harinya, pada Kamis 22 Juli 2021 korban ditemukan oleh warga saat itu melintas di lokasi pasar hewan.
Saat ini para pelaku telah mendekam di sel tahanan Polres Lumajang. Mereka dijerat tindak pidana kekerasan anak di bawah umur yang menyebabkan kematian dan kasus pencurian dengan kekerasan.
“Ketiga tersangka disangkakan Pasal 80 UURI No 17 tahun 2016 dan Pasal 365 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Eka Yekti. (nzr/war)