Kejari Bangkalan Tingkatkan Status Dugaan Korupsi 15 Milyar Di BUMD

BANGKALAN, Wartapos.id – Kasus dugaan korupsi di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Sumber Daya Bangkalan semakin terlihat, tidak tanggung-tanggung, kerugian negara ditaksir lebih dari Rp 15 Milyar. Proses penyelidikan kasus korupsi di tubuh BUMD Bangkalan tersebut sudah berjalan sejak 3 bulan yang lalu dan hingga saat ini sudah ada 10 orang yang diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Bangkalan.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangkalan, Chandra Saptadji, SH melalui Kasi Intel Putu Arya Wibisana, SH diruang kerjanya pada Jum’at (07/05/2021) mengungkapkan bahwa kasus korupsi yang ditangani oleh pihaknya telah meningkat ke tahap penyidikan.

“Pada hari ini, Jumat tanggal 7 Mei 2021, kami akan menyampaikan rilis mengenai perkembangan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di dalam BUMD Bangkalan yang dalam proses penyelidikan diketahui bahwa ada indikasi kerugian negara saat penyertaan modal ke PT. Tanduk Majeng pada tahun 2020-2021 dengan kisaran kerugian negara sekitar 15 Milyar, sehingga statusnya kami naikkan dari tahap penyelidikan menjadi tahap penyidikan,” jelasnya.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bangkalan, Putu Arya Wibisana, SH saat memberikan keterangan pers diruang kerjanya. (Photo courtesy of Wartapos)

Putu menjelaskan bahwa dalam proses sebelumnya sudah memeriksa 10 orang saksi saat proses penyelidikan berjalan.

“Untuk saat ini sudah ada 10 orang saksi yang sudah kami periksa, dan saat ini kami masih melakukan penyidikan umum sehingga masih belum ada penetapan tersangka, semoga dalam waktu dekat akan kami infokan ke teman-teman media ketika ada penetapan tersangka,”imbuhnya.

Putu mengaku bahwa kerugian negara yang ditimbulkan bisa lebih dan bisa berkurang, “Kerugian uang negara ini bisa lebih dan juga bisa kurang, nanti kita telusuri dan kita kembangkan ketika sudah melakukan penyidikan khusus,” tuturnya.

Terakhir, Kasi Intel Kejari Bangkalan ini meminta agar media ikut memonitor dan mengawal kasus dugaan korupsi di BUMD ini. “Saya harap rekan-rekan media bisa memonitor perkembangan dan bisa mengawal kasus ini, ini demi kebaikan dan mendorong Bangkalan bisa lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya.

Pewarta : Ahsan
Editor : Redaksi