Dugaan Penyimpangan Dana BLT, Oknum Kades Usir & Ajak Wartawan Berkelahi

Jember Wartapos.id – Berawal dari temuan tim investigasi media ini, dimana di desa Padomasan Kecamatan Jombang – Jember terdapat dugaan pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai) tidak sesuai sebagai mana mestinya, banyak masyarakat yang mengeluh dimana BLT yang seharusnya 6 kali mereka terima, namun ada sejumlah masyarakat yang hanya menerima 4 kali.

Mendapatkan informasi demikian dari masyarakat, sejumlah awak media mencoba mengklarifikasi kebenaran dari informasi tersebut dengan mendatangi Kepala Desa Padomasan Trimanto, awalnya Trimanto menjelaskan bahwa BLT sudah dibagikan sesuai prosedur dan lengkap tidak ada yang bermasalah.

“Sudah kami bagikan kemasyarakat sesuai prosedur, kalau ada yang bilang belum komplit mungkin mereka lupa atau sedikit pikun, tapi yang jelas sudah kami salurkan, dan kalau ada masalah silahkan warga langsung datang kesaya,” Ujarnya, jum’at (30/04/21).

Setelah diajukan sejumlah pertanyaan terkait mekanisme dan pertanggung jawaban perihal BLT, Kades Padomasan mulai naik pitam, mulai membentak sejumlah wartawan hingga mangajak wartawan berkelahi.

“Saya adalah seseorang yang paling suka dengan perkelahian, jadi sekarang minta mu apa?, mau bagaimana?, saya siap melayanimu .apabila ada sesuatu kepala dusun yang salah ,itu tanggung jawab saya selaku kepala desa,” Ucapnya penuh emosi.

Salah satu wartawan yang turut serta melakukan konfirmasi terhadap Kades Padomasan saat itu, sebut saja Tkr , yang merupakan wartawan dari salah satu media online, membenarkan akan adanya sikap arogansi dari sang Kades, namun pihaknya tidak menanggapi dan tidak menggubris sikap arogansi yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang pimpinan desa (kades).

“Sebagai jurnalis yang memiliki fungsi kontrol sosial dan dilindungi undang-undang, saya berhak mempertanyakan itu. saya bukan jaksa,  Anda mau menjawab atau tidak atas pertanyaan saya, silakan, akan tetapi saya akan tulis apa adanya biarkan pembaca yang menilai dan itu sesuai dengan tupoksi saya sebagai insan pers”. Jelas Tkr

Sementara itu Camat Jombang Bastomi saat dikonfirmasi oleh awak media di hari yang sama, juga mengatakan.”saya akan bersikap sebagaimana aturan yang ada, dan yang berlaku, silakan ungkap semuanya.” Ungkapnya

Sikap yang menghalang – halangi dan tidak transparan kepada seorang wartawan yang menjalankan tugas jurnalistikkanya bisa dikategorikan melanggar undang -undang pers nomor 40 tahun 1999 pasal 18 ayat 1 dengan ancaman hukuman berupa denda hingga 500.000.000 rupiah, dan kurungan paling lama 6 bulan penjara.

 

Reporter ; Gusti