Mulai Diabaikan Pihak Pengelola, Warga Ancam Tutup Pantai Boom

BANYUWANG, Wartapos.id – Puluhan warga dari kampung Mandar dan kampung Ujung, Kecamatan Banyuwangi melakukan aksi penyampaian aspirasi atas pengelolaan pantai Boom oleh PT. Pelindo Properti Indonesia (PPI), Senin (12/04/2021). Sejumlah warga membawa spanduk penyampaian aspirasi, bahkan warga mengancam akan menutup kawasan pantai Boom.

Aksi tersebut dilakukan lantaran warga sekitar merasa mulai Diabaikan oleh pihak pengelola pantai boom. Mengingat, pada momen-momen tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat Banyuwangi. Dan tentunya masyarakat sekitar pantai Boom turut merasakan keramaian itu, seperti menjual makanan khas, minuman, hingga souvernir dan lain sebagainya.

Mujiono, Seorang warga yang turut hadir dalam penyampaian aspirasi tersebut mengatakan, masyarakat Banyuwangi selalu menjunjung dan menjaga adat, budaya dan tradisi secara turun-temurun.

“Intinya masyarakat menuntut Pelindo untuk tetap menepati janji terkait dukungan terhadap adat, budaya dan tradisi di Banyuwangi khususnya masyarakat Kampung Mandar,” kata Mujiono.

Pria yang akrab disapa Muji ini, menambahkan di era kepemimpinan baru pejabat (PPI) diduga mau menghapus terkait janji kepada masyarakat, bahkan kearifan lokal mulai ditinggalkan.

‘Kalau mau serius kenapa tidak segera dilakukan kegiatan – kegiatan umpamanya pemberian beasiswa, pelatihan bahasa inggris dan lainnya. Karena warga tidak bisa masuk ke PPI alasan selalu berkutat tentang skill saja dan saya menduga kita memang sengaja disingkirkan oleh oknum – oknum pejabat kapitalis yang sengaja menjajah di daerah kami karena BUMN terkenal sebagai wilayah yang basah,” imbuh Muji.

Secara terpisah, Manager Operasi PT. Pelindo Properti Indonesia, Nurilma Septanti, menjelaskan pihak bertanggung jawab atas lahan di komplek Marina Boom Banyuwangi ini.

“Kami Managar Operasional dari pihak PPl dan kami sebagai pengelola bertanggung jawab atas lahan yang ada di kawasan Marina Boom dan pertanggungjawaban kita pada Pemerintah, Kementerian. Jadi ada aturan-aturan yang sudah ada dan perlu kita sampaikan ke warga dan perlu pendekatan pada warga dan sosialisasi secara detail,” ujar Septanti.

Ia mengungkapkan, dalam pertemuan damai bersama warga masyarakat Mandar, menjelaskan setiap kegiatan yang dilakukan di kawasan Marina Boom ini ada aturan yang harus dipenuhi, mengingat seluruh aktivitas dalam pengelolaan dipantau oleh Kementerian terkait dan Badan Pemeriksa Keuangan.

“Dimana kita juga dilihat dan dipantau oleh BPK dan Kementerian. Aturan ini bukan Direksi yang membuat, tapi memang ada aturan – aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, Dari kami pihak manajemen sangat terbuka, harapan kami event ini bukan hanya milik warga Mandar tetapi seluruh warga Banyuwangi. Bahkan keinginan kita bisa masuk agenda festival Kabupaten karena ini memang sebuah tradisi,” ungkapnya.

Pihak PT. Pelindo Properti Indonesia, tambah Septianti, menawarkan untuk bekerjasama dengan warga sekitar dan pemerintah daerah untuk mendukung tradisi dan adat tahunan tersebut, namun hal ini hanya perlu komunikasi dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Harapan kami dari PPI kita tawarkan, ayo bekerja sama antara PPI, warga dan juga Pemerintah Kabupaten jadi kita libatkan semua. Ini hanya perlu negoisasi saja. Kita dukung kegiatan ini tapi perlu mekanisme yang bagus dan harapan saya kegiatan ini dapat dukungan dari Pemkab. Tidak hanya untuk Hari Raya Idul Fitri aja, tetapi bisa ke moment lain yang bisa mengangkat UMKM di Banyuwangi, sebagaimana kemarin dilakukan Ibu Bupati dalam menggelar UMKM lokal di kompleks Marina Boom kota Banyuwangi dihadiri Dirut PT. Pelindo Properti Indonesia,” pungkasnya.

Reporter : Red/ team