Pembangunan RSU BRI Medika Abaikan Kenyamanan Warga

Proses Pembangunan RSU BRI Medika

Malang, wartapos.id – Pengerjaan RSU. BRI Medika di jalan Mayjen Panjaitan Kota Malang sepertinya mengejar waktu untuk sesegera rampung. Hal tersebut terlihat dalam pengerjaannya dilakukan hampir 24 jam nonstop.

Seperti yang pernah disampaikan oleh perwakilan Solidaritas Bhetek Melawan yang datang di kantor DPRD Kota Malang beberapa waktu lalu telah menyatakan pernyataan sikap dengan

Salah satunya adalah menuntut Pemerintah Kota Malang untuk mencabut izin lingkungan yang juga sekaligus izin pembangunan proyek RSU BRI Medika Malang karena telah cacat secara formil/prosedural sejak pembongkaran dimulai.

Selain itu juga menuntut pimpinan proyek untuk bertanggungjawab terhadap kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Agus salah satu warga yang selama ini terus berjuang untuk warga sekitar. Bahwa proses pengerjaan proyek yang tak mengenal waktu juga memberikan dampak kepada warga yang sangat merugikan psikis dan kesehatan warga.

“Setiap hari suara bising mas, dampak pengerjaan yang tak kenal waktu 24 jam nonstop membuat banyak pertengkaran antar warga dalam satu rumah” terangnya kepada media.

Menurut Agus, warga dibuat stress dan tidak nyaman. Belum lagi, banyak diantara warga yang memiliki balita hingga yang usia lanjut. Beberapa dari merekapun sempat diungsikan.

“Pada 1 Desember 2020, proses pembangunan dengan menggunakan alat berat membuat rumah warga yang berdempetan dengan pembangunan RS mengalami kerusakan” urainya.

Kemudian, pada tanggal 8 Desember 2020 sekitar pukul 20.00 WIB terjadi getaran hebat yang menimbulkan kegaduhan di lingkungan warga. Getaran hebat itu timbul oleh proses pemasangan paku bumi, dimana alat berat yang digunakan mengalami gangguan.

Sementara Manager proyek PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA) Berlin Anggoro, melalui pesan watshapp membenarkan dalam pengerjaan RSU BRI Medika berjalan 24 jam nonstop, hal tersebut dikarenakan dikejar target. Dan hingga saat ini pembangunan masih mencapai 43 persen.

“Ya pak karena kita kejar target pelaksanaan dari owner, dan itu sudah ada ba jam kerja dengan warga” pesannya

Reporter : Dadang