Pemalsu Surat Rapid Test Dibekuk.

Surabaya, Wartapos.id – Direktorat Kriminal Khusus Polda Jatim berhasil membekuk penjual Surat Rapid Test Antigen Palsu.
Sementara pelaku dalam aksinya melakukan penawarannya melalui Media Sosial (Medsos), dengan mematok harga sebesar Rp.50 ribu hingga Rp.200 ribu bagi yang membutuhkan surat tersebut.

Diketahui pelaku ini mengenyam pendidikan sebagai mahasiswa, yang bernama Imam Bhaihaki (24) warga Desa Krajan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko beserta Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman mengatakan, bahwa berawal dari laporan masyarakat tentang adanya Manipulasi Data dan Pemalsuan Surat Hasil Rapid Test Antigen, yang berlokasi ada di Daerah Krajan Jombang, Jember.

” Berawal dari petugas menerima laporan tersebut, maka diturunkan petugas dari Unit Ditreskrimsus Polda Jatim, langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Sehingga ditelusuri mengenai jual beli Hasil Test Rapid Palsu yang ditawarkan melalui Media Sosial (Medsos) tersebut,” tutur Kabid Humas Polda Jatim. Senin 11 Januari 2021.

Langkah upaya petugas itu dalam melakukan penyelidikan akhirnya berhasil dan telah mengamankan pelaku.

Adapun tentang Rapid Test yang ditawarkan tersebut Aspal (Asli tapi Palsu) dan bahkan dikeluarkan mengatas namakan Laboratorium Klinik Nur Syifa yang dipakai.

” Pengakuan dari pelaku saat itu, bahwa postingan yang ditawarkan itu, juga disertakan nama Kliniknya pula dan sehingga membuat para korbannya yakin bahwa Test Rapid tersebut Asli adanya. Alhasilnya korban mengetahui setelah hasil yang dikeluarkan melalui lembaran itu, tanpa melalui pemeriksaan sebagaimana mestinya yang telah dikeluarkan Pemerintah,” tutur Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Gatot menambahkan, bahwa aksi Pemalsuan Data Hasil Rapid Test itu, sudah dilakukan oleh pelaku sejak awal Desember Tahun lalu, karena saat itu pelaku ikut sebagai Panitia Penyelenggara Pemilu.

“ Karena Pengawas di TPS itu kan harus ada bukti bebas covid19.
Bahkan pada saat itu ada sekitar 27 orang Pengawas TPS yang terindikasi Reaktif covid19. Maka oleh pelaku untuk membuatkan 24 Lembar Hasil Rapid Test tanpa Pemeriksaan Medis yang di jual perlembarnya Rp.50 ribu,” tandas Gatot Repli Handoko lagi.

Namun setelah berlalunya Pilkada, rupanya pelaku tetap masih terus melakukan penawaran bagi para calon korban yang berkepentingan hendak bepergian keluar Kota dan yang menggunakan persyaratan Rapid Test tersebut.

“ Bahkan dari pengakuan pelaku, aksinya tidak berhenti di Pilkada, melainkan masih menawarkan kepada korbannya yang hendak bepergian, melalui jalur Darat dan Udara. Bahkan ada 20 lembar yang dibuatkan oleh pelaku kepada para korbannya,” ujar Pelaku.

Sementara barang bukti (BB) yang sudah diamankan dari pelaku, yakni satu (1) buah Laptop, satu (1) buah Handphone maupun juga beberapa lembar Sampel dari hasil Replikasi Antigen tanpa dari Pemeriksaan Medis.

Maka pelaku dikenakan Pasal, yakni Pasal 51 Junto Pasal 35 Undang Undang ITE dengan ancaman Hukuman 12 Tahun Penjara dan atau Denda 12 Miliyar, ditambahkan lagi Pasal 263 KUHP dengan ancaman Hukuman 6 Tahun Penjara.

Reporter : Bertus