Jatim

Klarifikasi Pemdes Gunung Gangsir terkait pembangunan jembatan, ini jawabnya..

peletakan batu pertama proyek jembatan oleh wakil perusahaan

Pasuruan, Wartapos.id – Menyikapi pemberitaan dari sejumlah media online tentang transparansi bantuan pembangunan di Desa Gunung Gangsir dari perusahaan yang berada di wilayah Desa Gunung Gangsir Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan mengenai pembangunan jembatan

Nanang Efendi, Sekertaris Desa Gunung Gangsir

Ditemui oleh Wartapos (8/9) Nanang Efendi selaku sekertaris desa Gunung Gangsir mengatakan bahwa benar adanya bantuan dari perusahaan disekitar desa Gunung Gangsir untuk pembangunan jembatan yang terletak di Dusun Gunung Gangsir Desa Gunung Gangsir, dengan lebar 6 meter dan panjang 3 meter yang berdiri diatas tanah kas desa

Akan tetapi hal tersebut berbentuk material bahan bangunan dan bukan berbentuk tunai yang diajukan melalui proposal bantuan sukarela kepada tiap perusahaan yang berada di wilayah Desa Gunung Gangsir, “jadi, kita mengajukan proposal bantuan kepada perusahaan yang nantinya bantuan tunai tersebut diberikan kepada toko bangunan yang ditunjuk dan diberikan ke Desa berupa material bangunan” jelas Nanang Efendi

Dan mengenai papan informasi pembangunan yang tidak terpasang dilokasi pembangunan memang sengaja tidak dipasang dengan alasan bahwa pembangunan tersebut memang tidak bisa memperkirakan berapa dana yang di dapat dan berapa nantinya yang akan dibelanjakan, dikarenakan bantuan tersebut berupa material bangunan

Sempat ditanyakan mengenai hasil perolehan bantuan dari perusahaan, Nanang Efendi menjelaskan bahwa hasil rincian pembelanjaan baru diserahkan hari Sabtu (5/9) sambil menunjuk kan rincian hasil total sumbangan yang tertera dalam nota belanja sebuah galangan (toko material bangunan)

tertera bahwa total belanja menghabiskan dana Rp.15.977.000 sedangkan bantuan yg didapat dari perusahaan sebesar Rp.14.125.000, “jadi total bantuan dengan pengeluaran justru minus, untuk kekurangan nya terpaksa merogoh kocek pribadi demi berjalan nya pembangunan jembatan tersebut, dan sama sekali tidak benar apabila pembangunan tersebut diambilkan dari anggaran desa ataupun kas desa” ucap Nanang lebih lanjut

“Dalam pengerjaan pun kita selalu diawasi oleh pihak perusahaan donatur yang selalu datang kelokasi untuk memeriksa perkembangan pembangunan tiap hari” imbuhnya di sela sela penjelasan rincian total belanja.

Reporter : Toan

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button