Paguyupan Pedagang Pasar Minta Pemerintah Desa Triwung Tinjau ulang

Pasuruan, Wartapos.id – Pedagang Pasar Triwung Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan, meminta pemerintah Desa dan Daerah setempat melakukan penataan kembali, mulai dari penataan pedagang yang berada di depan pasar hingga kondisi fisik pasar. Sabtu (25/07/20).

Pada siang hari ini pukul (11.00) wib sampai selesai. Acara perkenalan dan sekaligus pembuatan wadah untuk menampung aspirasi atau usul-usulan para pedagang pasar juga masyarakat triwung khususnya. Turut hadir, Ketua Paguyupan Pasar, Pedagang Pasar mewakili, Pemerintah Kecamatan Mewakili, Ketua BPD dan seluruh Tokoh Masyarakat.

Dalam pidatonya wakil “Wahyudi” menjelaskan, mulai bulan Mei kemaren sudah ada Paguyuban di Pasar Triwung. Tujuannya agar pedagang bisa saling bersinergi dengan Pemerintah Desa terkait pengelolahan pasar. Dengan adanya paguyuban, pengurus Perlindungan Pemberdayaan Pasar Tradisional (P3T) bisa bertanggung jawab kepada pedagang pasar dan memfasilitasi ijin dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENKUMHAM).

“Mitro” sebagai pengelola pasar atau menteri pasar, mengatakan tidak bisa berdiri sendiri dan meminta, alangkah baiknya ditopang bersama-sama untuk memajukan Pasar Desa Triwung ke depannya bisa lebih baik lagi. Dan menjelaskan untuk khas yang berhasil terkumpul saat ini dari Paguyuban Pasar ada 7.000.000,- rupiah.

[Gambar 219.jpg]

“Faisal” pedagang pasar asal Desa Beji, sekaligus mewakili seluruh Paguyupan Pedagang Pasar Triwung, Menyampaikan untuk penataan, kondisi fisik, serta ketertiban yang ada di pasar untuk lebih diperhatikan. Seperti toilet atau kamar mandi untuk dibuatkan tandon, soalnya kalau lampu mati sulit ke kamar mandi pedagang harus pulang kerumahnya. Saluran air sering mampet kalau musim hujan, pasti banjir. Lampu penerangan, sampah, lapak jualan, karcis pedagang tetap bayar, atap sering hilang kalau kena angin.

Lanjut singkat “H. Munawir” pedagang di Pasar Triwung, beliau sudah lama berdagang di situ, hampir 30 tahun. Kembali menyampaikan tentang jalan pasar yang tambah sempit, karena terbentur para pedagang yang jualan membeludak sampai kejalan, dan mohon lebih diperhatikan lebih lanjut.

Ujar “HILMAN PANDU VEVDIWANA,S.STP” selaku PJ Desa Triwung, sebelumnya sudah membuat wadah, untuk menampung aspirasi para pedagang pasar, yang jumlah keseluruhan sekitar 476, Toko ada 154, Lesehan ada 322. Dan tujuan paguyuban ini dibentuk, untuk mengutamakan kesejahteraan pedagang pasar dan masyarakat, demi terwujudnya pedagang yang makmur, sejahtera.

Adapun yang perlu diperhatikan kembali yaitu, larangan buat pedagang, melarang untuk pedagang berjualan yang dilarang. Dan tidak lupa pula rasa hormat kami, mewakili seluruh perangkat Desa Triwung mengucapkan terima kasih, Bapak atau Ibu sudah berkenan hadir. Untuk selanjutnya, masih nunggu hasil musyawarah dengan Pemerintah Daerah (PEMDA).

Reporter : Hariyanto