Tidak sesuai protokol Covid_19, JCW layangkan somasi

prosesi pemakaman Khusnul Aisiyah yang dilaksanakan tanpa APD lengkap

Sidoarjo, Wartapos.id – Derita Mujiono warga RT 16/RW 05 Desa Kebonagung Kecamatan Sukodono setelah kehilangan istri yang dicintainya berlanjut dan belum berakhir begitu saja.

Bagaimana tidak, Sepeninggal istrinya usai menjalani operasi saat melahirkan di RSUD Sidoarjo, dirinya harus menjalani isolasi diri setelah oleh Bidan Desa Kebonagung dinyatakan terpapar virus covid-19.

Diketahui Khusnul Aisiyah meninggal dunia setelah melahirkan di RSUD Sidoarjo, Rapid test dijalani Mujiono usai prosesi penguburan Khusnul Aisiyah “ Istri saya meninggal 6 hari setelah menjalani operasi cesar di RSUD Sidoarjo dan dinyatakan terjangkit covid-119,” terang Mujiono saat didamping ketua LSM JCW (Java Coruption Watch) Sidoarjo Sigit Imam Basuki ST pada Selasa (14/7/2020)

Padahal ketika masuk ke RSUD Sidoarjo pada 3 Juli 2020 disebut karena kesulitan akan melahirkan maka akan diambil tindakan operasi caesar setelah beberapa saat mendapatkan penanganan medis, Suaminya diminta menanda tangani surat persetujuan operasi cesar,” katanya.

Begitu operasi yang dilaksanakan tim medis rampung, bayi yang dikandung dinyatakan selamat dan sang ibu tak sadarkan diri selama 6 hari yang akhirnya meninggal dunia, dan pada hari ke 7 Khusnul Aisiyah dinyatakan meninggal dunia dan dinyatakan terpapar covid -19.

diketahui, saat akan dilaksanakan prosesi pemakaman, saat jenasah yang dikirim dari RSUD sudah dimasukan peti mati tidak diantar ke rumah duka melainkan ambulance langsung dikirim ke makam Desa Kebonagung Kecamatan Sukodono untuk dikuburkan.“ Katanya jenazah meninggal terpapar covid-19, tetapi ketika pemakaman tidak sesuai dengan protokol kesehatan,” paparnya .

Pasalnya jenasah hanya dikirim oleh sopir ambulan yang tidak mengenakan seragam APD (Alat Pelindung Diri), Begitu sampai di pemakaman peti mati langsung diturunkan dan kembali ke rumah sakit, hal tersebut mendapat reaksi dari tetangga sekitar, karena dinyatakan terpapar covid -19 tetangga kiri kanan tak ada yang melayat

Begitu juga di pemakaman, karena semua tetangga takut mendekat, akhirnya pemakaman terpaksa dilaksanakan keluarga almarhumah yang asal Desa Candipari Kecamatan Porong.” Tak satupun petugas medis terlihat di lokasi” ungkapnya.

“ Karena diduga lalai dalam melakukan pemakaman terhadap warga yang meninggal terpapar covid-19 kami mengirimkan somasi ke Direktur RSUD Sidoarjo, Kami juga menduga telah terjadi mall praktek ketika dilakukan operasi cesar,” kata Sigid didampingi Tim Advokasi dan Hukum LSM JCW Didi Haryono SH.MH.CLA

Somasi itu diluncurkan karena RSUD Sidoarjo diduga lalai dalam menangani penyebaran covid 19. “ Baru esoknya, Bidan Desa menemui Mujiono untuk dilakukan rapid test dan suami almarhum dinyatakan terpapar Covid -19. Karena terpapar covid-1, oleh ketua RT setempat Mujiono diminta untuk melakukan isolasi mandiri,” katanya.

Atas dugaan kelalaian tersebut, Direktur RSUD Sidoarjo melalui Kasubag Hukum dan Humas M. Idham Adi Wijaya, SH belum berhasil dikonfirmasi.” Maaf ini saya menuju rapat, tolong datanya di kirim via WA,” pintanya.

Reporter : Toan