BangkalanJatim

TPS 3R “Rengkes Ongghu” Buktikan Zero Waste Dengan Penjualan Perdana

Pengurus TPS 3R bersama Bang Joss (Go Green Indonesia) saat menimbang hasil zero waste “Rengkes Ongghu”

BANGKALAN, Wartapos.id – Opini yang berkembang selama ini di masyarakat menganggap sampah adalah barang yang harus dibuang jauh-jauh nampaknya tidak berlaku bagi para pekerja TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse and Recycle) di Kelurahan Kemayoran, Bangkalan ini. Hal tersebut dibuktikan dengan penjualan perdana hasil dari Zero Waste (Bebas Sampah) timbulan sampah dari 229 (dua ratus dua puluh sembilan) KK atau rumah warga Kelurahan Kemayoran. Penjualan perdana tersebut dilaksanakan oleh Pengurus TPS 3R pada Kamis (30/04/2020) malam.

Pengurus TPS 3R “Rengkes Ongghu” Kelurahan Kemayoran, Bangkalan, Bapak Rangkuman mengatakan bahwa penjualan perdana ini merupakan hasil kerja dari para pekerja di TPS 3R dalam mewujudkan zero waste (bebas sampah).

“Penjualan ini perdana mas, hasil dari kerja keras teman-teman Rengkes Ongghu yang setiap pagi keliling mengambil sampah di 229 KK atau rumah yang menjadi area layanan kami, dari sampah yang masuk, dipilah sesuai jenisnya hingga sampah tersebut tidak tersisa,” papar Rangkuman menjelaskan.

Rangkuman sangat bersyukur atas pendampingan yang diberikan oleh Go Green Indonesia yakni Bang Joss,” Berkat pendampingan dari Bang Joss, Go Green Indonesia yang diundang ke Bangkalan dan berkenan membimbing kami. Dari awalnya kondisi TPS 3R Kemayoran yang kumuh, jadi enak dipandang dan saat ini, kami mampu melakukan penjualan perdana, selain itu kita sudah berpartisipasi menyumbang PAD melalui Dinas Lingkungan Hidup lho ya,” ungkapnya gembira.

Sementara itu, Joss dari Go Green Indonesia saat ditemui Jum’at (01/05/2020) malam, menjelaskan alur proses dari penduduk hingga hasil dari pengolahan zero waste di TPS 3R tersebut.

“Pengangkutan sampah di lakukan setiap hari oleh pekerja TPS 3R. Sampah kemudian di kelola di TPS 3R, sampah di pisahkan menjadi dua jenis, organik dan non organik. Kemudian, Sampah yang organik di kelola menjadi Bio Gas, Pupuk Kompos, Pupuk Cair dan Pakan Ternak, Sedangkan untuk sampah yang non organik di pilah lalu dijadikan Paving, Pot bunga, BBM, dan lain sebagainya.” Jelas Joss ringkas.

Saat ditanya, Joss mengungkapkan jika gerakan ini dilakukan untuk mendukung salah satu Visi Misi Bupati Bangkalan, yakni terwujudnya Bangkalan bersih, permukiman perkotaan, pedesaan yang layak huni dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar..

“Selama ini kita menggunakan sumber dana dan sumber daya pribadi, belum ada sentuhan dari pemerintah dalam mengelola TPS 3R ini, Ini sebagai bukti jika kami sudah bekerja, bukan hanya sekedar berteori. Saya pribadi berharap, terbangun TPS 3R lain di Kabupaten Bangkalan ini untuk mengurangi timbulan sampah dan mengurangi beban TPA (tempat pembuangan akhir) nantinya, selain itu, TPS 3R ini juga akan menjadi lahan pekerjaan baru bagi warga sekitar,” ungkap Joss.

Salah seorang pekerja TPS 3R “Rengkes Ongghu” Kemayoran, Hilmi, menuturkan bahwa dengan adanya pendampingan Bang Joss di TPS 3R selain pemanfaatan sampah, keberadaan Bang Joss juga membuat warga semakin peduli terhadap lingkungan, depan rumah warga menjadi bersih tanpa adanya sampah yang berserakan di depan rumah warga.

“Dengan di kelolanya sampah di TPS 3R yang sebelumnya di buang pada TPA sekarang bisa menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat sekitar. Kini didepan rumah warga menjadi lebih bersih, yang sebelumnya, sampah membuat kotor dan berbau, sehingga tumpukan sampah menimbulkan masalah bagi lingkungan dan menjadi sarang penyakit hingga berdampak pada kesehatan, sekarang sampah sudah menjadi sumber tambahan rejeki bagi masyarakat, utamanya kami yang bekerja di TPS ini,” ungkapnya.

Menurut Hilmi, dengan program ini (TPS 3R,Red) masyarakat bisa mendapat tambahan penghasilan yang bisa di gunakan untuk berbagai kebutuhan. Sekaligus ini merupakan langkah pengurangan sampah di Bangkalan dan menjadi program yang berbasis Ekonomi kerakyatan, dari pada sampah yang layak jual di buang percuma, lebih baik di kelola agar menambah pendapatan bagi masyarakat.

Pewarta : Ahsan
Editor : Samsul Hadi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button