Tak Miliki Izin Camat Minta Dihentikan, Pabrik Plastik Tetap Beroperasi

Sidoarjo, Wartapos.id – Sudah dua bulan lebih warga Sarirogo RT 018 RW 04 kecamatan Sidoarjo tiap harinya disuguhi asap  yang berbau plastik terbakar dengan adanya  pabrik diduga tak berijin menganggu di dekat wilayah pemukiman warga sekitar, Minggu, (22/20).

Bau tak sedap dan menyengat seperti plastik terbakar setiap harinya terus meresahkan warga. Warga sudah lapor ke pihak pemerintah desa, pada tanggal 12/02 /2020 serta lapor satpol PP kecamatan kota. Meski telah ditegur warga, namun, pihak pemilik pabrik mengaku telah mengantongi  ijin dari kepala desa Sarirogo. Salah satu warga melapor Ke Dinas Lingkungan Hidup pada tanggal 27 /02/2020  bertemu dengan Camat, Indah.” Iya mas nanti ditindak lanjuti setelah giliranya pengaduan,” katanya.

Tapi sampai saat ini Pabrik daur ulang sampah plastik tetap beroprasi dan warga geram lantaran Dinas terkait terkesan serius menghentikan  permasalahan pencemaran lingkungan di wilayah lingkungan warga Sarirogo.

Seperti diketahui, pekerja di pabrik daur ulang sampah palstik memulai operasional dari pukul 08.00 hingga pukul 17,00 wib. Maka, hal itu terbukti, pengelola/ pengusaha daur ulang sampah plastik patut diduga telah mencamarkan lingkungan yang berdampak pada warga sekitar.

Pencemaran lingkungan hidup menurut Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

Artinya, setiap orang yang melakukan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup wajib melakukan penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan serta melakukan pemulihan lingkungan hidup. Maka, perusahaan tersebut ditenggarai sengaja membuang limbah maka diancam pidana berdasarkan Pasal 60 jo. Pasal 104 UU PPLH yakni dapat dipidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Warga sudah konfirmasi Camat kota Sidoarjo  Agustin Iriani pada tanggal 06/03 /2020. Camat sudah  memerintahkan Kasi Tantip Satpol PP, Abdul. Namun, sayang pihak Satpol PP kota tidak menggubris perintah camat dan  hanya di buat guyonan semata.

Tak hanya itu, Dinas Lingkungan Hidup (HL) terkesan tidak serius menanggapi laporan pencemaran lingkungan dari  warga Sarirogo tak pernah di tanggapi dan hanya diberikan angin surga.

Padahal Warga Sarirogo setiap harinya disuguhi asap yang sangat menyengat yang menggangu sesak nafas  warga sekitar. Apakah? menunggu korban nyawa baru ada tindakan, apalagi merebaknya virus corona yang menjadi salah satu gejalanya yaitu sesak nafas.(tim)