Babinsa Koramil 0820/03 Leces Perbaiki Jalan yang Putus Bareng Warga

Probolinggo, Wartapos.id – Guyuran hujan yang terjadi di Probolinggo akhir-akhir ini menyisakan masalah baru, terutama di lingkungan pinggiran sungai dan pantai.
Salah satunya, yakni terjadi di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Sungai yang mengalir melalui desa ini, beberapa hari yang lalu meluap karena tak mampu menampung air hujan dan kiriman air dari daerah diatasnya, sehingga jembatan yang digunakan oleh masyarakat untuk beraktifitas sehari-hari terganggu.
Sebab itulah Sersan Dua/Serda Rokib sebagai Babinsa berfikir dan bertindak cepat untuk mengatasi kesulitan warganya, Sabtu, (7/3/20)
Sabtu (07/3/20) pagi merupakan hari yang telah ditentukan untuk menggelar karya bhakti pembersihan sisa banjir disekitar lingkungan Desa Tigasan Wetan. Kegiatan karya bhakti diawali dengan Do’a bersama dan pengarahan dari Serda Rokib, Babinsa Desa Tigasan Wetan Koramil 0820/03 Leces.
Dalam penyampaian itu, sasaran kerja bhakti yang akan dikerjakan serta membagi warga yang diperuntukkan melaksanakan pembersihan sisa-sisa sampah paska banjir dan yang melaksanakan pengecoran jalan yang terputus akibat tergerus air luapan sungai akibat banjir.
Nisan Kepala Desa Tigasan Wetan, mengatakan kegiatan gotong royong ini selain membersihkan sungai juga
melakukan perbaikan jalan yang sempat terputus akibat, gerusan air saat banjir luapan dari sungai yang tak mampu menampung derasnya air.Sehingga, perlu dilakukan pengecoran pada jalan.
Pengecoran jalan yang terputus
panjang itu, lanjut Nisan, terputus hingga sepanjang 6 meter itu. “Bila tidak segera diperbaiki tentunya akan sangat berbahaya bagi pengguna jalan dan pasti kerusakannya akan bertambah panjang,” ujar Nisan.
Namun, Nisan sebagai Kepala Desa dan warga telah mengapresiasi tindakan responsif dari Babinsa (Serda Rokib) yang sangat peduli dengan kesulitan lingkungan sehingga bisa terlaksana kerja bhakti ini atas inisiatif dan dorongannya maka bisa terlaksana hari ini.
Di waktu yang sama, Serda Rokib dengan senyumannya yang khas mengatakan gotong royong merupakan kebudayaan yang sudah mengakar dan mendarah daging terhadap dirinya.
Dengan persatuan adalah landasan semangat yang sejak dulu digunakan oleh para pejuang untuk membangun bangsa dan Negara ini, dengan budaya gotong royong merupakan salah satu perwujudan nyata dari semangat persatuan masyarakat Indonesia.
“Maka saya sebagai Babinsa dan merupakan bagian dari satuan teritorial yang harus mampu mewujudkan amanah dari 8 Wajib TNI maka saya wujudkan dengan mengajak masyarakat dan perangkat desa untuk mengatasi kesulitan rakyat,” Pungkas Rokib
Reporter : yuris/sayful





