JatimPemerintahanSurabaya

Terungkap ini Alasan Risma Timbun Masker di Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menggelar jumpa pers di Tropical Disease Universitas Airlangga, Selasa (3/3/2020)

Surabaya, Wartapos.id – Merebaknya virus corona dari kota Wuhan, China membuat masyarakat dunia mengantisipasi dari serangan tersebut virus tersebut. Salah satu pencegahannya yakni membiasakan hidup bersih dari kotoran dan tebu agar tidak mudah menyerang kekebalan tubuh manusia.

Salah cara simple bersih itu yakni dengan menggunakan masker sebagai pola hidup yang bersih dari virus udara. Memahami hal itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan sudah membagi-bagikan masker gratis kepada warga Surabaya sejak Bulan Januari 2020. Tepatnya ketika ada ramalan bahwa akan ada gunung meletus yang mana ramalan itu sesuai dengan prediksi BMKG.

“Ingat teman-teman waktu aku ngomong ada ramalan yang sesuai dengan BMKG bahwa akan ada gunung meletus? Sebetulnya pada saat itu saya sudah perintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk menyimpan persediaan masker, persediaan baju yang kyak astronot. Jadi, bukan hanya masker tok yang saya simpan, kita punya itu,” ujar Wali Kota Risma kepada wartawan di Solo, Rabu (4/3/2020).

Menurut Risma, masker dan baju khusus itu sebetulnya dipersiapkan apabila sewaktu-waktu ada kejadian gunung meletus seperti ramalan tersebut. Hal serupa pernah dilakukannya ketika ada kejadian Gunung Kelud meletus, yang mana saat itu Pemerintah Kota Surabaya membagi-bagikan masker kepada seluruh warga Kota Surabaya.

“Makanya, begitu ada ramalan bahwa akan ada gunung meletus, saya kemudian menyimpan masker itu. Kemudian saya juga perintahkan Dinas Kesehatan untuk membagi-bagikan ke puskesmas untuk dibagikan ke kelurahan-kelurahan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Risma memastikan bahwa posisi masker-masker itu kini berada di kelurahan-kelurahan se Kota Surabaya, bukan lagi di Dinas Kesehatan. Ia juga menegaskan bahwa alasan utama didistribusikan ke kelurahan supaya ketika ada kejadian yang tidak diduga, bisa langsung gerak cepat membagi-bagikan kepada warganya.

“Jadi, sekarang masker itu ada di kelurahan-kelurahan. Itu sudah saya bagikan sejak Bulan Januari. Kalau ada kejadian, warga bisa lebih cepat dibagikan maskernya, tidak perlu nunggu aku,” imbuhnya.

Tak lama kemudian, ada kejadian virus corona ini, sehingga dia kembali menanyakan kepada Dinas Kesehatan soal distribusi masker ini. Bahkan, ia juga meminta untuk terus membagikan ke puskesmas untuk dibagikan ke kelurahan.

“Jadi, sekali lagi sekarang di kelurahan nyimpennya. Jadi bukan aku terus menimbun, itu juga gratis tidak aku jual,” tegasnya.

Editor : Redaksi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button