JatimPemerintahanSurabaya

Tenang, 43 RS di Jatim Siapkan Isolasi Suspect Corona

Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Heru Tjahjono bersama Direktur RSU dr Soetomo, Joni Wahyuhadi, memastikan saat ini ada 43 Rumah Sakit (RS) di Jatim yang telah siap dengan ruang isolasi bagi pasien suspect corona.

Surabaya, Wartapos.id – Penyebaran virus corona di Indonesia terus diantisipasi oleh Pemprov Jawa Timur. Kesiapan itu yakni telah telah menyediakan 43 Rumah Sakit (RS) di Jatim bila ada pasien yang mengidap virus corona.

Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Heru Tjahjono, memastikan, saat ini ada 43 Rumah Sakit (RS) di Jatim yang telah siap dengan ruang isolasi bagi pasien suspect corona.

“Sesuai petunjuk Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa), tadi pagi saya bersama Kapolda Jatim sudah cek ruang isolasi di RSU dr Soetomo. Sudah siap dengan standar WHO (World Health Organization),” kata Heru saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2020).

Heru menambahkan, dari 43 RS yang sudah siapkan ruang isolasi mampu menampung ratusan pasien. “Sudah disiapkan 263 bed (tempat tidur) di 43 RS itu,” imbuhnya.

Pihaknya, memastikan Pemprov Jatim responsif terhadap masalah virus corona, selalu sigap dengan antisipasi terhadap virus yang menyita perhatian publik di dunia saat ini.

“Sudah siap antisipasi corona. Dinkes juga telah memyiap sesuai arahan Ibu Gubernur. Kalau ada hal yang perlu ditangani intensif, maka kami siap,” tegasnya.

Sementara, Direktur RSU dr Soetomo, Joni Wahyuhadi, mengatakan, dalam penanganan virus corona ini, ia meminta masyarakat, khususnya RS tidak panik.

“Yang bisa dirujuk, itu pasien yang batuk, pilek, demam, sesak nafas. Tidak semua terpapar. Ada 33 kriteria untuk memastikan pasien itu positif corona,” jelasnya.

Bahkan untuk memastikan, pihak RS harus mengujikan ke Lab Balitbangkes. “Kalau di Surabaya ini di lab BPLK. Yang sampling bukan RS tapi dari BPLK,” imbuhnya.

Namun ketika disinggung soal biaya, Joni menjelaskan bahwa pasien suspect corona tidak ditanggung oleh BPJS.

“Untuk biayanya dari Dinas Kesehatan yang akan klaimkan ke Kemenkes,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Herlin Ferliana, Selasa (3/3) menegaskan, sampai hari ini belum ada satupun masyarakat Jawa Timur positif terjangkit COVID-19 meski Jatim mengirimkan sejumlah spesimen. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak panik dan selalu menjaga kesehatan dengan baik.

Dia juga menegaskan, semua hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim ke Balitbangkes hasilnya negatif sehingga Jatim masih aman dan tidak ada satu orang yang dinyatakan positif corona.

“Jadi 10 spesimen itu kejadiannya sudah lama. Itu mungkin dari laporan yang kami periksa. Sekarang tidak ada perawatan orang yang dicurigai, karena sudah selesai masa inkubasinya. Dua kali masa inkubasi 14 hari. Memang ada beberapa orang yang datang dari luar negeri, ada riwayat dari negara daerah terjangkit disertai panas, batuk, dan sesak. Maka kami rawat dengan ekstra, di ruang isolasi untuk pencegahan,” jelasnya.

Di ruang isolasi itu, pihaknya telah meriksa laboratoriumnya tim juga periksa rontgen-nya. “Kami lakukan swab-nya. Nah, Swab itu hanya satu yang bisa melaksanakan, cuma Laboratorium Balitbangkes Jakarta, sudah kami kirim,” imbuhnya.

Dalam upaya pengawasan dan antisipasi orang yang kemungkinan bersinggungan dengan negara terjangkit, Pemprov Jatim berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya. Salah satunya dengan terus melakukan prosedur tetap pengawasan dengan alat body thermal scanner di Bandara Internasional Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Untuk menghindari penyebaran virus corona, Herlin memgingatkan kepada masyarakat Jawa Timur agar senantiasa menjaga kesehatan secara baik di lingkungan keluarga, dengan cara sesering mungkin cuci tangan setelah beraktifitas, mengkonsumsi makanan yang sehat.

Jika kedapatan bersin, kata Herlin, agar senantiasa memakai masker atau alat pelindung diri (APD) serta selalu menjaga kondisi tubuh utamanya di saat musim penghujan.

“Batuk, pilek, bersin, demam, pusing ini semacam sakit flu dan ini hamper sama dengan gejala virus corona. Karena itu, jaga selalu kesehatan setiap saat, periksa ke dokter. Yang terpenting jangan panik,” pesan Herlin tersebut.

Editor : Redaksi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button